• July 30, 2026 12:09 am

Buku “Atas Nama Surga” ulas propaganda terorisme di ranah digital

Buku "Atas Nama Surga" ulas propaganda terorisme di ranah digital

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar meluncurkan buku bertajuk “Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi Hingga Manipulasi Kesadaran” yang membahas penyebaran propaganda kelompok teroris di ranah digital.

“Dalam buku ini kami mencoba menjelaskan fenomena propaganda terorisme yang menggunakan sarana-sarana teknologi informasi,” kata Alexander dalam acara peluncuran buku “Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi Hingga Manipulasi Kesadara” di Jakarta, Rabu.

Alexander menjelaskan, ide penyusunan buku ini berawal dari pekerjaan sehari-harinya yang bersinggungan dengan aspek penanganan terorisme dan pengawasan aktivitas di ruang digital.

“Ini berawal dari pekerjaan kami sehari-hari dalam masa-masa penugasan kami di Satgas Anti-Teror Polri, maupun di Datasemen Khusus 88 Anti-Teror Polri, di BNPT, dan kemudian saat ini kami bertugas di Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujarnya.

Buku ini mengemukakan bahwa melalui narasi masif hingga algoritma media digital, terorisme berupaya membangun realitas semu (hyperreality) yang dinilai lebih dipercayai masyarakat.

Ketika batas antara informasi dan propaganda semakin kabur, pengguna internet berpotensi menjadi sasaran penyebaran ideologi oleh kelompok terorisme.

Buku setebal 164 halaman tersebut merupakan disertasi Alexander saat menempuh studi S3 di Universitas Indonesia (UI).

Karya tersebut berangkat dari pemikiran sosiolog asal Perancis Jean Baudrillard melalui teori simulakra yang menjelaskan bagaimana citra buatan menggantikan kenyataan asli.

Alexander berharap buku ini dapat menambah wawasan masyarakat mengenai propaganda terorisme di ruang digital.

“Kami sangat berharap bahwa buku ini kemudian nantinya bisa memberikan manfaat, menambah wawasan bagi semua masyarakat Indonesia terkait dengan fenomena propaganda terorisme yang marak terjadi di ruang digital kita saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku “Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi Hingga Manipulasi Kesadaran”.

Menurut dia, buku itu menggambarkan bagaimana kekuatan narasi di era digital dapat berkembang dari kebohongan-kebohongan kecil hingga berujung pada perusakan nilai-nilai kemanusiaan.

“Semuanya berawal dari sesuatu yang, yang manis, suatu ilusi. Dan itulah yang menjadi tantangan ketika kekuatan narasi, ini sebagaimana judulnya ‘Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi Hingga Manipulasi Kesadaran’. Jadi kekuatan narasi yang di era digital saat ini bergabung dengan kekuatan algoritma,” kata Meutya.

Baca juga: Kemkomdigi: Penanganan radikalisasi di ruang digital perlu kolaborasi

Baca juga: Kemkomdigi lantik pejabat baru perkuat layanan digital berdampak nyata

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Buku “Atas Nama Surga” ulas propaganda terorisme di ranah digital” pada 2026-07-29 23:35:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *