RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat ketahanan pelajar terhadap risiko ekstremisme berbasis kekerasan, termasuk yang berkembang di ruang digital.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan penguatan ketahanan pelajar dilakukan melalui edukasi, literasi, penguatan karakter, serta kemampuan peserta didik mengenali dan menyikapi berbagai risiko di ruang digital.
“Saat ini terdapat fenomena risiko terhadap anak-anak di bawah umur di ruang digital. Kami sudah melakukan mitigasi dengan Densus 88 dan Komdigi, kurang lebih dua tahun terakhir ini ada ratusan anak yang terpapar baik itu melalui sosial media maupun game online,” kata Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Eddy mengatakan penguatan sinergi dengan Kemendikdasmen merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2026–2029.
Sinergi tersebut antara lain dibahas dalam audiensi BNPT dengan Kemendikdasmen di Jakarta pada Senin (31/8).
Baca juga: Menkopolkam imbau masyarakat waspada ekstremisme di ruang digital
Menurut Eddy, kolaborasi diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan toleran serta meningkatkan ketahanan peserta didik terhadap risiko ekstremisme berbasis kekerasan.
RAN PE 2026–2029 ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 sebagai kerangka kebijakan nasional dalam menyinergikan pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Eddy mengatakan pelaksanaan RAN PE membutuhkan keterlibatan kementerian dan lembaga sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing.
Dalam sektor pendidikan, Kemendikdasmen dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan peserta didik melalui lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang karakter.
RAN PE 2026–2029 memiliki sembilan tema, salah satunya pendidikan, keterampilan masyarakat, dan fasilitasi lapangan kerja.
Baca juga: Menebar narasi toleran, cegah radikalisme lewat ruang digital
“Pelaksanaannya kami lakukan secara kolaboratif dengan kementerian dan lembaga, serta dalam konteks dengan Kemendikdasmen terdapat tema ketiga, yaitu pendidikan,” kata Eddy.
Ia menilai pendekatan kolaboratif diperlukan karena potensi paparan ekstremisme berbasis kekerasan dapat berkembang melalui berbagai ruang interaksi, termasuk lingkungan pendidikan dan ruang digital.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pencegahan ekstremisme di lingkungan pendidikan membutuhkan pendekatan komprehensif dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi.
Menurut dia, selain satuan pendidikan, keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi anak ketika berinteraksi dengan informasi dan konten digital.
“Secara kelembagaan kami mulai melakukan sosialisasi dengan adanya pengaruh media sosial yang memang cukup besar,” kata Abdul Mu’ti.
Baca juga: Menteri PPPA: Peta Jalan PARD memastikan ruang digital aman bagi anak
Ia mengatakan penguatan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar pencegahan dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, satuan pendidikan hingga masyarakat.
Kolaborasi BNPT dan Kemendikdasmen selanjutnya akan dikembangkan melalui sejumlah langkah dalam kerangka RAN PE 2026–2029 dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, serta masyarakat.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah deklarasi bersama ekosistem pendidikan yang melibatkan komite sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan unsur terkait lainnya.
BNPT berharap deklarasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun komitmen dan mendorong aksi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, toleran, serta memiliki daya tangkal terhadap ekstremisme berbasis kekerasan.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan ekstremisme digital” pada 2026-09-12 18:06:00
