RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bebas dari perundungan, saat merespons kasus peledakan bom rakitan yang diduga dirakit oleh seorang siswa yang mengalami perundungan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat.
Menurut dia, peristiwa ledakan bom rakitan tersebut menjadi peringatan serius bahwa karakter persoalan remaja Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat mendasar.
“Apa yang dilakukan korban memang tidak bisa dibenarkan. Tapi seringkali persoalan psikologis membawa dampak sehingga pemulihan mental korban harus menjadi prioritas,” kata Puan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kemudahan memperoleh informasi mengenai perakitan bahan peledak melalui internet menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang selama ini dipandang sebagai kenakalan remaja telah berkembang menjadi perilaku berisiko tinggi (high-risk behavior) yang dapat mengancam keselamatan banyak orang.
“Perubahan tersebut harus menjadi alarm nasional bahwa sistem perlindungan anak Indonesia perlu segera beradaptasi dengan tantangan baru di era digital,” kata dia.
Dia mengatakan bahwa lingkungan pendidikan harus memastikan anak memperoleh perlindungan yang layak. Meski pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, dia mengingatkan pentingnya satuan pendidikan memastikan keamanan dan kenyamanan anak selama belajar.
“Iklim pendidikan juga harus mendapat perhatian di mana satuan pendidikan harus bisa memastikan anak mendapatkan ruang sekolah aman dan lingkungan pendidikan yang sehat. Termasuk memastikan anak terbebas dari perundungan,” katanya.
Di sisi lain, menurut dia, orangtua juga perlu melakukan pengawasan dan memperkuat ketahanan keluarga di rumah. Kemudian, dia mengatakan pemerintah juga perlu menangani masalah kenakalan remaja secara komprehensif melalui berbagai pendekatan.
“Karena persoalan kenakalan remaja tidak cukup ditangani hanya melalui pendekatan disiplin sekolah atau penegakan hukum setelah suatu peristiwa terjadi,” kata dia.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan peristiwa itu bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan barang yang diduga sebagai bom rakitan di lingkungan sekolah.
“Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” kata Mayndra dalam keterangannya.
Polisi pun mengungkapkan bahwa pelaku peledakan bom adalah seorang siswa yang disebut berniat melampiaskan emosi karena mengalami perundungan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Puan minta pemerintah evaluasi sekolah yang kekurangan murid
Baca juga: DPR RI siap perkuat kerja sama dengan parlemen India
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Puan sebut sekolah harus aman dari perundungan imbas kasus bom rakitan” pada 2026-07-16 13:15:00
