• May 29, 2026 8:12 pm

Guatemala Bantah Izinkan Serangan Militer AS terhadap Kartel Narkoba

Guatemala Bantah Izinkan Serangan Militer AS terhadap Kartel Narkoba

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

PEMERINTAH Guatemala secara resmi membantah laporan yang menyebutkan bahwa mereka menyetujui operasi serangan udara bersama (joint strikes) dengan Amerika Serikat untuk menggempur pengedar narkoba di wilayahnya. Meski demikian, Guatemala mengakui meminta bantuan Washington dalam perang melawan kartel lintas negara.


Bantahan ini muncul setelah laporan The New York Times yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo, menyetujui rencana serangan tersebut dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pekan lalu.


Langkah tersebut awalnya dinilai sebagai eskalasi signifikan dalam strategi Presiden AS Donald Trump melawan kelompok yang disebut administrasinya sebagai narco-terrorists di Amerika Latin. Sebelumnya, AS meluncurkan aliansi antikartel multinasional dan melakukan serangan bersama terhadap penyelundup kokain di Ekuador.



Kedaulatan Wilayah dan Izin Kongres


Dalam pernyataan resminya pada Kamis (28/5), pemerintah Guatemala menegaskan bahwa tidak ada perjanjian yang mengizinkan operasi militer asing oleh negara mana pun di dalam wilayah nasional.


Presiden Arevalo menjelaskan bahwa kerja sama yang diminta dari Washington berfokus pada dukungan teknis, bukan kehadiran militer fisik. Ia menekankan bahwa kehadiran militer asing di tanah Guatemala memerlukan otorisasi dari Kongres.


“Kemitraan ini akan melibatkan akses terhadap peralatan, pelatihan, dan tenaga ahli untuk mendukung perencanaan operasi baik di tingkat strategis maupun taktis,” ujar Arevalo.



Konteks Operasi: Berdasarkan surat tertanggal 23 Mei, Menteri Pertahanan Guatemala Henry Saenz menyampaikan kepada Pete Hegseth bahwa Guatemala ingin memimpin operasi gabungan dengan bantuan AS untuk memerangi organisasi teroris yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.


Jalur Utama Penyelundupan


Permintaan kerja sama ini merupakan bagian dari kerangka aliansi antikartel yang diluncurkan Trump pada KTT Maret lalu bersama para pemimpin Amerika Latin. Guatemala menjadi titik krusial karena posisinya dalam rantai distribusi narkoba global.


Menurut data pejabat Amerika Serikat, sekitar 90 persen kokain yang mencapai pasar AS melewati wilayah Amerika Tengah dan Meksiko. Penyelundupan dilakukan melalui berbagai moda, mulai dari truk, pesawat, kapal, hingga kapal selam, yang memicu kekerasan regional dan pencucian uang di Guatemala.


Sementara itu, juru bicara Pentagon, Joel Valdez, menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana operasi di masa depan dengan alasan keamanan operasional. “Kami tidak akan berspekulasi mengenai operasi mendatang,” tegasnya. (AFP/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Guatemala Bantah Izinkan Serangan Militer AS terhadap Kartel Narkoba” pada 2026-05-29 18:30:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *