• July 24, 2024 4:37 am

1.200 Seniman Bali Pukau Delegasi WWF dalam Parade Seni di Ajang Bali Street Carnaval

1.200 Seniman Bali Pukau Delegasi WWF dalam Parade Seni di Ajang Bali Street Carnaval

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Parade seni bertajuk Bali Street Carnaval(MI/Arnoldus Dhae)

LEBIH dari 1.200 seniman Bali berhasil memukai para delegasi World Water Forum (WWF) Ke-10 dalam acara parade seni bertajuk Bali Street Carnaval di Nusa Dua, Senin (20/5) malam.

Bali Street Carnival salah satu rangkaian perhelatan World Water Forum ke-10 ini merupakan kolaborasi dari Kemenparekraf dan Pemprov Bali. Kegiatan ini dihadiri Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dan beberapa menteri lainnya serta Forkompinda Bali. 

Dalam sambutannya, Sandiaga mengatakan tema “Samudra Cipta Peradaban” adalah upaya untuk mempromosikan pentingnya lautan. Parade melambangkan pemuliaan laut sebagai sumber kemakmuran universal dan asal lahirnya peradaban.

Baca juga : BNPT Pastikan World Water Forum Ke-10 Berjalan Aman

“Sesuai dengan arahan langsung Bapak Presiden, parade budaya ini diharapkan mampu melengkapi kenangan indah para peserta atau delegasi yang hadir di Bali, yang telah dinobatkan oleh World Water Council sebagai penyelenggaraan WWF terbaik yang pernah ada,” ujar Sandiaga.

Basuki turut hadir dengan kamera kesayangannya di parade tersebut, sangat menikmati parade dan mengaku sudahmengarahkan partisipan WWF agar segera bergeser ke area Bali Collection ITDC Nusa Dua agar menyaksikan pentas seni tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih pada Pak Sandiaga dan Pemprov Bali,” ujarnya.

Rute pawai dimulai di depan Museum Pasifika Bali, kawasan ITDC Nusa Dua,  kemudian melewati panggung kehormatan di depan SOGO Department Store dan Bali Collection Department Store dan berakhir di jalan timur Devdan Show Building.

Baca juga : Bentoel Group Pamerkan Inisiatif ‘Save the Drop’ Pengolahan Air Limbah pada World Water Forum 2024

Pawai budaya mencakup pertunjukan komunitas seni lokal mulai dari ISI Denpasar, Bungan Dedari Karawitan Studio, Gianyar Paripurna Art Studio, Pancer Langit Bali Art Studio, Kokar Bali Art Studio, Gumiart Art Studio, dan Gita Mahardika Studio.

Sejumlah penampilan berhasil memukau para peserta yang sebagian besar adalah delegasi negara-negara peserta WWF ke-10 tahun 2024. Seperti Bungan Dedari Karawitan Studio yang mempersembahkan parade bertajuk “Baruna Warnana”, yang dimaknai sebagai penghormatan dan pemuliaan Dewa Baruna.

Ada pula Gumi Art Studio dari Denpasar yang menghadirkan parade dengan tema “Danacita Segara” atau Peradaban Multikultural dan Ekonomi Kreatif, berdasarkan akulturasi budaya masyarakat Bali dan sikap kreatif mereka terhadap potensi budaya mereka. Diiringi tari Samudera Khanda yang diiringi musik Rampak Kendang dan penggunaan janur pohon kelapa.

Sebagai penutup acara, Sanggar Seni Gita Mahardika menghadirkan parade dengan tema “Segara Danu Negara”, yang dimaknai sebagai interaksi budaya lintas laut. Selain itu, Sanggar Gita Mahardika menyajikan atraksi tematik berjudul “Danu Murti” yang dibalut dengan presentasi karya instalasi Candi Balingkang, menggambarkan kisah
termasyhur di Bali yakni Raja Dalem Balingkang dengan Permaisurinya Kang Ching Wie serta Dewi Danu. (Z-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “1.200 Seniman Bali Pukau Delegasi WWF dalam Parade Seni di Ajang Bali Street Carnaval” pada 2024-05-21 07:15:26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *