• July 24, 2024 3:55 am

Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama Cegah Bunuh Diri

Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama Cegah Bunuh Diri

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah(Metro TV)

WAKIL Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah mengungkapkan seluruh kepercayaan dan agama yang tumbuh di Indonesia melarang bunuh diri. Keimanan kepada Tuhan bisa mencegah tindakan yang merugikan diri dan keluarga.

“Kasus bunuh diri ini PR (pekerjaan rumah) baru bagi pemerintah dan pemuka agama. Dari pendekatan agama, kegagalan aparatus mencegahnya seperti dampak buruk dari pinjol (pinjaman daring) yang sudah menghantui kalangan semua dari mahasiswa hingga ibu-ibu. Kita melihat banyak juga para penggunanya melakukan bunuh diri,” katanya di acara Hot Room Bertajuk Masalah Ekonomi, Berakhir Bunuh Diri?, yang disiarkan langsung MetroTV, pada Rabu (13/3).

Pada kesempatan yang dipandu Advokat Senior Hotman Paris Hutapea ini dihadiri juga oleh Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, Owner Rumah Konseling Muhammad Iqbal, Ahli kriminologi dari Universitas Indonesia Muhammad Mustofa dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Mental (Puskmental) Indonesia Syukri Pulungan.

Baca juga : Kesepian Picu Bunuh Diri

Ikhsan menjelaskan ajaran Islam menjelaskan bunuh diri akan dibalas siksa yang pedih di neraka. Masyarakat yang beriman seharusnya menghindari tindakan akibat pikiran sempit dan tidak mencerminkan pribadi yang beriman kepada Tuhan tersebut.

“Maka bunuh diri itu harus dijauhi. Kecuali aliran yang sudah jauh dari intinya seperti doktrin teroris. Orang beriman itu pasti siap dalam mengatasi masalah apapun bentuknya,” terangnya.

Kepercayaan untuk bunuh diri yang digaungkan kelompok teroris, kata dia, diakibatkan penghancuran nalar dengan berkedok agama. Padahal orang yang melakukan teror itu jauh dari pemahaman agama yang benar.

Baca juga : Usai Bongkar Borok Boeing, John Barnett Ditemukan Tewas

Sementara Direktur Eksekutif Pusat Kajian Mental (Puskmental) Indonesia Syukri Pulungan mengatakan pemahaman kesehatan mental perlu ditekankan kepada masyarakat. Sehat mental berkaitan dengan kesejahteraan secara emosional.

Mencuatnya kasus bunuh diri, lanjut dia, menunjukkan Indonesia sedang mengalami krisis ketahanan psikologis. Bunuh diri tidak dapat dipicu oleh satu faktor dominan.

Faktor sosial, keyakinan, nilai di masyarakat dan lainnya saling berkaitan dalam setiap motif bunuh diri. Meskipun demikian bunuh diri paling banyak dilakukan masyarakat dengan ekonomi rendah.

“Solusinya menggencarkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Misalnya dalam mengatasi dampak buruk pinjaman daring, pemerintah harus memberikan akses informasi tentang pinjaman lain yang tidak mencekik,” pungkasnya. (Z-8)

 

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama Cegah Bunuh Diri” pada 2024-03-13 23:55:21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *