• April 20, 2024 9:02 am

BNPT Ajak Kaum Muda Buat Musik dan Podcast Bernuansa Kearifan Lokal

BNPT Ajak Kaum Muda Buat Musik dan Podcast Bernuansa Kearifan Lokal

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar penjurian nasional Asik Bang dan Podcast yang dilaksanakan di Hotel Best Western, Jakarta, Selasa (5/12). Kegiatan ini melibatkan kaum muda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme melalui 34 Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

Tujuan dari kedua kegiatan ini salah satunya memberikan ruang kepada kaum moderat untuk bersuara damai melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan salah satunya melalui pembuatan podcast yang informatif ataupun harmonisasi yang memengaruhi masyarakat secara kolektif melalui seni atau musik.

Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris menyampaikan bahwa melalui subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat pihaknya mengajak para anak muda yang mewakili daerah atau FKPT wilayah di seluruh Indonesia untuk membuat podcast dan musik tentang kearifan lokal yang menyatukan, tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi serta perlu tetap menghargai serta menghormati perbedaan yang ada.

“BNPT mengajak para anak muda 34 finalis di seluruh Indonesia untuk membuat musik dan podcast tentang kearifan lokal yang menyatukan dan tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi dan kita perlu tetap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkap Irfan dalam keterangannya, Rabu (6/12).

Dengan kegiatan ini, lanjut dia, kita bersama-sama menjaga kedamaian negara yang kita cintai ini dengan menolak segala bentuk narasi dan ajakan serta paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. “Bersama kita yakin kedamaian Indonesia akan selalu dirasakan,” lanjutnya.

Irfan melanjutkan bagaimana masifnya propaganda yang dilakukan kelompok tertentu di media sosial dalam rangka mengganggu rasa persatuan bangsa Indonesia.


Baca juga: Nilai-Nilai Moral yang Ditanamkan Pramuka dapat Menjadi Bekal Hadapi Tantangan Bernegara


“Propaganda media sosial ini sangat masif. Perang informasi ini bagaikan pisau bermata dua. Dampak negatifnya dapat mengancam stabilitas negara untuk itu saatnya kita terus bergerak tanpa kenal lelah untuk mencegah paham radikalisme terorisme melalui media sosial,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Teuku Fauzansyah, menyampaikan bahwa pemuda membutuhkan karakter, kompetensi, dan literasi untuk menambah wawasan, sedangkan upaya pemuda dalam pencegahan terorisme ialah dengan meningkatkan literasi dan peningkatan kulitas diri.

“Saat ini pemuda membutuhkan karakter, kompetensi, dan literasi untuk menambah wawasan, sedangkan upaya pemuda dalam pencegahan terorisme adalah meningkatkan literasi dan peningkatan kulitas diri,” ucap Fauzan.

Ia menjelaskan kegiatan Asik Bang dan Podcast sangat berbeda dengan kegiatan lainnya. “Kegiatan ini membentuk mindset dan memberikan pesan kepada kita untuk menghargai perdamaian dan saling menghormati keberagaman,” jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan terorisme adalah kejahatan serius yang harus dicegah melalui kegiatan-kegiatan yang mengedepankan seni budaya salah satunya lewat festival musik Asik Bang dan Podcast ini.

Adapun penjurian dilaksanakan dari 4 hingga 9 Desember 2023 dengan dewan juri yakni La Rane Hafid (Podcaster), Rizky Ardi Nugroho (Podcaster), dan Tio Prasetyo Utomo (Podcaster). Adapun juri untuk Asik Bang terdiri atas Nanang Hape (Budayawan), Yuyun Arfah (Musisi), Jessica Yo (Musisi) dan Ezra Mandira (Musisi). (RO/I-1)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar penjurian nasional Asik Bang dan Podcast yang dilaksanakan di Hotel Best Western, Jakarta, Selasa (5/12). Kegiatan ini melibatkan kaum muda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme melalui 34 Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT). 

Tujuan dari kedua kegiatan ini salah satunya memberikan ruang kepada kaum moderat untuk bersuara damai melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan salah satunya melalui pembuatan podcast yang informatif ataupun harmonisasi yang memengaruhi masyarakat secara kolektif melalui seni atau musik.

Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris menyampaikan bahwa melalui subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat pihaknya mengajak para anak muda yang mewakili daerah atau FKPT wilayah di seluruh Indonesia untuk membuat podcast dan musik tentang kearifan lokal yang menyatukan, tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi serta perlu tetap menghargai serta menghormati perbedaan yang ada.

“BNPT mengajak para anak muda 34 finalis di seluruh Indonesia untuk membuat musik dan podcast tentang kearifan lokal yang menyatukan dan tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi dan kita perlu tetap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkap Irfan dalam keterangannya, Rabu (6/12).

Dengan kegiatan ini, lanjut dia, kita bersama-sama menjaga kedamaian negara yang kita cintai ini dengan menolak segala bentuk narasi dan ajakan serta paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. “Bersama kita yakin kedamaian Indonesia akan selalu dirasakan,” lanjutnya.

Irfan melanjutkan bagaimana masifnya propaganda yang dilakukan kelompok tertentu di media sosial dalam rangka mengganggu rasa persatuan bangsa Indonesia.


Baca juga: Nilai-Nilai Moral yang Ditanamkan Pramuka dapat Menjadi Bekal Hadapi Tantangan Bernegara


“Propaganda media sosial ini sangat masif. Perang informasi ini bagaikan pisau bermata dua. Dampak negatifnya dapat mengancam stabilitas negara untuk itu saatnya kita terus bergerak tanpa kenal lelah untuk mencegah paham radikalisme terorisme melalui media sosial,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Teuku Fauzansyah, menyampaikan bahwa pemuda membutuhkan karakter, kompetensi, dan literasi untuk menambah wawasan, sedangkan upaya pemuda dalam pencegahan terorisme ialah dengan meningkatkan literasi dan peningkatan kulitas diri.

“Saat ini pemuda membutuhkan karakter, kompetensi, dan literasi untuk menambah wawasan, sedangkan upaya pemuda dalam pencegahan terorisme adalah meningkatkan literasi dan peningkatan kulitas diri,” ucap Fauzan.

Ia menjelaskan kegiatan Asik Bang dan Podcast sangat berbeda dengan kegiatan lainnya. “Kegiatan ini membentuk mindset dan memberikan pesan kepada kita untuk menghargai perdamaian dan saling menghormati keberagaman,” jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan terorisme adalah kejahatan serius yang harus dicegah melalui kegiatan-kegiatan yang mengedepankan seni budaya salah satunya lewat festival musik Asik Bang dan Podcast ini.

Adapun penjurian dilaksanakan dari 4 hingga 9 Desember 2023 dengan dewan juri yakni La Rane Hafid (Podcaster), Rizky Ardi Nugroho (Podcaster), dan Tio Prasetyo Utomo (Podcaster). Adapun juri untuk Asik Bang terdiri atas Nanang Hape (Budayawan), Yuyun Arfah (Musisi), Jessica Yo (Musisi) dan Ezra Mandira (Musisi). (RO/I-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “BNPT Ajak Kaum Muda Buat Musik dan Podcast Bernuansa Kearifan Lokal” pada 2023-12-06 14:12:27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *