• June 17, 2026 5:48 pm

Wamenko Pangan Targetkan Kalsel Jadi Sentra Unggas Utama Kalimantan

Wamenko Pangan Targetkan Kalsel Jadi Sentra Unggas Utama Kalimantan

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

WAKIL Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungi peternakan di Kalsel.(Dok. MI)

WAKIL Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, menetapkan target ambisius bagi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menjadi sentra unggas atau daging putih utama di regional Kalimantan. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional selain komoditas sapi dan kerbau.

Hanif menilai Kalsel memiliki kesiapan infrastruktur dan sumber daya yang kuat untuk mendukung program nasional Ketahanan Pangan, Energi, dan Air (KSPEAN). Hal tersebut disampaikannya saat meninjau klaster peternakan itik melalui Program SITI HAWA LARI di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (15/6) petang.

“Kalsel, khususnya wilayah Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara, memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat pasokan pangan hewani, terutama unggas dalam negeri. Ini sekaligus langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” ujar Hanif.

Kekuatan Klaster SITI HAWA LARI

Pengembangan peternakan itik di Kalsel kini telah bertransformasi menjadi industri kerakyatan yang masif. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, mengungkapkan bahwa program SITI HAWA LARI telah berkembang pesat.

Menurut Suparmi, sektor ini bukan sekadar pemenuhan pangan, melainkan instrumen kesejahteraan. “Selain menghasilkan protein, peternakan itik menjadi penggerak ekonomi keluarga, membantu pengentasan kemiskinan, serta mendukung pengendalian stunting dan inflasi daerah,” tambahnya.

Produktivitas Lokal Menembus Pasar Jawa

Keberhasilan budidaya ini terlihat nyata di Kelompok Tani Maju Bersama Desa Mahang Baru. Perwakilan peternak, Muhammad Ansyari, menyebutkan bahwa 21 keluarga di kelompoknya mampu mengelola 36 ribu ekor itik dengan produksi mencapai 26 ribu butir telur setiap harinya.

Selain Hulu Sungai Tengah, wilayah rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tetap menjadi pilar utama produksi. Saat ini, distribusi telur dan daging itik asal Kalsel tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi telah merambah ke berbagai provinsi di Kalimantan hingga ke Pulau Jawa.

Dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui kunjungan Wamenko Pangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi para peternak untuk menjadikan itik sebagai komoditas strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. (H-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Wamenko Pangan Targetkan Kalsel Jadi Sentra Unggas Utama Kalimantan” pada 2026-06-17 16:33:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *