RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Upaya menjaga kelestarian penyu sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ekosistem pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Creating Shared Value (CSV) Bakti BCA bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar edukasi lingkungan dan pelepasliaran tukik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Nasional 24 Tahun Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT). Rangkaian kegiatan berlangsung di Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Pantai Villa So Long.
Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono serta Direktur BCA Lianawaty Suwono turut hadir dalam kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke fasilitas Intan Ruang di Sekretariat BSTF. Fasilitas tersebut merupakan inovasi berupa inkubator buatan yang dikembangkan untuk mendukung proses konservasi penyu.
Selain meninjau fasilitas konservasi, BCA juga menggelar edukasi lingkungan yang melibatkan sekitar 100 pelajar di Banyuwangi. Para siswa diperkenalkan pada kehidupan penyu dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir melalui metode dongeng interaktif. Edukasi kemudian dilengkapi dengan kegiatan yang mendorong keterlibatan langsung peserta, antara lain menghias tote bag ramah lingkungan sebagai bagian dari kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta pelepasan tukik ke habitat alaminya.
Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara konsisten dan berkelanjutan, mulai dari dunia usaha, komunitas, pemerintah hingga generasi muda.
“Melalui kerja sama yang telah terjalin, kami tidak hanya mendukung konservasi penyu melalui inovasi dan riset, tetapi juga mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir,” ujar Lianawaty.
Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting agar upaya perlindungan lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan berbagai program pelestarian lingkungan merupakan bagian dari komitmen Bakti BCA melalui pilar Bakti Lingkungan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” kata Hera.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasliaran 1.300 tukik di Pantai Villa So Long. Tukik tersebut merupakan bagian dari hasil partisipasi nasabah dan pengunjung dalam BCA Expoversary 2026 melalui program 10 Bottles for 1 Egg. Program tersebut mengajak masyarakat mengumpulkan 10 botol plastik bekas yang kemudian dikonversi menjadi dukungan pendanaan untuk menyelamatkan satu telur penyu.
Selain pelepasliaran tukik, BCA dan PPATK menyerahkan Intan Box kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation. Perangkat tersebut akan digunakan BSTF di lokasi konservasi lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan pemanfaatan tersebut, teknologi yang dikembangkan di Banyuwangi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi satu kawasan, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai lokasi konservasi penyu..
Konsisten Dukung Konservasi Penyu
BCA telah bekerja sama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation sejak 2016 dalam berbagai program konservasi penyu. Dukungan tersebut mencakup pelepasliaran tukik, relokasi sarang penyu, penanaman pandan laut sebagai vegetasi, edukasi masyarakat, hingga pengembangan teknologi inkubator buatan melalui Intan Box dan Intan Ruang.
Melalui Bakti BCA, hingga saat ini perusahaan telah mendukung pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik serta relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di tiga kawasan konservasi, yakni Banyuwangi, Yogyakarta, dan Bali.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya BCA memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa perlindungan ekosistem laut membutuhkan partisipasi bersama dan dilakukan secara berkelanjutan. (E-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “1.300 Tukik Dilepasliarkan di Banyuwangi” pada 2026-08-09 21:02:00
