• July 24, 2024 1:27 am

Bank Neo Commerce Catatkan Pertumbuhan Kinerja Positif

Bank Neo Commerce Catatkan Pertumbuhan Kinerja Positif

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Pelopor bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) melanjutkan pertumbuhan kinerjanya dengan mencatatkan peningkatan pada kinerja operasional dan bisnis perbankannya.

Memasuki tahun ketiga transformasinya, BNC kini telah melayani berbagai kalangan nasabah, baik nasabah individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), maupun korporasi seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC. Masyarakat kini dapat menggunakan beragam layanan, mulai dari layanan pembayaran melalui QRIS sampai dengan transaksional bisnis dan payroll.

Sampai dengan posisi September 2023, BNC mencatatkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,76 persen menjadi Rp15,30 triliun pada September 2023, dibandingkan September 2022 yang sebesar Rp12,67 triliun.

Baca juga : Amar Bank Fokus Bantu UMKM Lewat Solusi Bank Digital yang Terpercaya

Kenaikan juga dicatatkan BNC pada pencapaian penyaluran kredit, pada September 2023 yang sebesar Rp10,96 triliun tumbuh 22,73 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,93 triliun. Kenaikan ini didorong dari penyaluran kredit secara digital yang dilakukan oleh BNC dengan menggandeng mitra-mitra strategisnya.

Baca juga : KoinWorks Fokuskan Pembiayaan Rantai Pasok untuk UMKM Sektor FMCG

Dengan demikian, aset BNC juga mengalami peningkatan sebesar 21,58 persen menjadi Rp19,45 triliun pada September 2023, dibandingkan aset pada periode sebelumnya yang sebesar Rp15,99 triliun.

Seiring dengan kenaikan total kredit dan kenaikan DPK, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BNC meningkat secara signifikan menjadi Rp2,21 triliun atau naik sebesar 102,86 persen pada September 2023 dibandingkan posisi yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 triliun.

BNC menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan yang efisien antara lain melalui optimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis.

Hal ini tercermin dari Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BNC yang terus mengalami penurunan, menjadi sebesar 116,91 persen di akhir kuartal ketiga 2023, turun signifikan dari 130,97 persen pada September 2022 lalu.

Pencapaian positif lainnya adalah rasio Net Interest Margin (NIM) pada September 2023 yang berhasil naik menjadi 17,34 persen dari 12,74 persen di September 2022.

Kinerja yang terus membaik membuat BNC mampu menurunkan kerugian menjadi Rp566 miliar pada posisi September 2023, turun dari rugi pada periode yang sama di 2022 yang sebesar Rp601 miliar dengan tren yang semakin membaik hingga akhir 2023.

Berkaitan dengan stabilnya peningkatan kinerja BNC dari waktu ke waktu, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce, Aditya Windarwo, mengatakan 2023 ini merupakan tahun kinerja bisnis BNC bekerja dengan baik seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC.

“Nasabah kini memiliki pilihan yang lebih luas dan dengan sendirinya menjadi lebih sering menggunakan layanan kami. Hal ini sesuai dengan yang kami harapkan dan karenanya Perseroan mampu melanjutkan pertumbuhan kinerjanya hingga akhir kuartal ketiga di tahun ini,” jelas dia.

Dengan semangat untuk memberikan neo experience, perseroan akan terus memperkenalkan layanan dan produk yang lebih beragam kedepannya sejalan dengan upaya kami menjadikan BNC sebagai bank dengan layanan digital pilihan utama bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangannya. (Z-8)

Pelopor bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) melanjutkan pertumbuhan kinerjanya dengan mencatatkan peningkatan pada kinerja operasional dan bisnis perbankannya.

Memasuki tahun ketiga transformasinya, BNC kini telah melayani berbagai kalangan nasabah, baik nasabah individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), maupun korporasi seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC. Masyarakat kini dapat menggunakan beragam layanan, mulai dari layanan pembayaran melalui QRIS sampai dengan transaksional bisnis dan payroll.

Sampai dengan posisi September 2023, BNC mencatatkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,76 persen menjadi Rp15,30 triliun pada September 2023, dibandingkan September 2022 yang sebesar Rp12,67 triliun.

Baca juga : Amar Bank Fokus Bantu UMKM Lewat Solusi Bank Digital yang Terpercaya

Kenaikan juga dicatatkan BNC pada pencapaian penyaluran kredit, pada September 2023 yang sebesar Rp10,96 triliun tumbuh 22,73 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,93 triliun. Kenaikan ini didorong dari penyaluran kredit secara digital yang dilakukan oleh BNC dengan menggandeng mitra-mitra strategisnya.

 Baca juga : KoinWorks Fokuskan Pembiayaan Rantai Pasok untuk UMKM Sektor FMCG

Dengan demikian, aset BNC juga mengalami peningkatan sebesar 21,58 persen menjadi Rp19,45 triliun pada September 2023, dibandingkan aset pada periode sebelumnya yang sebesar Rp15,99 triliun. 

Seiring dengan kenaikan total kredit dan kenaikan DPK, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BNC meningkat secara signifikan menjadi Rp2,21 triliun atau naik sebesar 102,86 persen pada September 2023 dibandingkan posisi yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 triliun.

BNC menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan yang efisien antara lain melalui optimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis.

Hal ini tercermin dari Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BNC yang terus mengalami penurunan, menjadi sebesar 116,91 persen di akhir kuartal ketiga 2023, turun signifikan dari 130,97 persen pada September 2022 lalu.

Pencapaian positif lainnya adalah rasio Net Interest Margin (NIM) pada September 2023 yang berhasil naik menjadi 17,34 persen dari 12,74 persen di September 2022.

Kinerja yang terus membaik membuat BNC mampu menurunkan kerugian menjadi Rp566 miliar pada posisi September 2023, turun dari rugi pada periode yang sama di 2022 yang sebesar Rp601 miliar dengan tren yang semakin membaik hingga akhir 2023.

Berkaitan dengan stabilnya peningkatan kinerja BNC dari waktu ke waktu, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce, Aditya Windarwo, mengatakan 2023 ini merupakan tahun kinerja bisnis BNC bekerja dengan baik seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC.

“Nasabah kini memiliki pilihan yang lebih luas dan dengan sendirinya menjadi lebih sering menggunakan layanan kami. Hal ini sesuai dengan yang kami harapkan dan karenanya Perseroan mampu melanjutkan pertumbuhan kinerjanya hingga akhir kuartal ketiga di tahun ini,” jelas dia.

Dengan semangat untuk memberikan neo experience, perseroan akan terus memperkenalkan layanan dan produk yang lebih beragam kedepannya sejalan dengan upaya kami menjadikan BNC sebagai bank dengan layanan digital pilihan utama bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangannya. (Z-8)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Bank Neo Commerce Catatkan Pertumbuhan Kinerja Positif” pada 2023-11-29 20:09:01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *