• June 26, 2024 5:28 am

BNPT Wanti-wanti Lapas Cek Barang Bawaan Keluarga Narapidana Teroris

Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan siap menjalankan tugas baru sebagai Kepala BNPT untuk menggantikan Komjen Boy Rafli Amar yang akan pensiun.

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan para petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk selalu siaga selama di Idulfitri 2023.

Kepala BNPT Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan kesiapsiagaan itu juga diperlukan pada saat penerimaan kunjungan dari keluarga narapidana terorisme.

“Hari Raya Idul Fitri, ketika keluarga datang jenguk pastikan semua yang dibawa aman, dicek. Pastikan lapas aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/4).

Dalam peninjauannya di Lapas Khusus Kelas II B Sentul, Jawa Barat, Rycko meminta agar seluruh personel penjagaan maupun perangkat pendukung dalam kondisi siaga jika sewaktu-waktu terjadi gangguan keamanan.

Pengamanan tersebut, kata dia, semakin krusial untuk memfasilitasi kunjungan keluarga tersebut. Pasalnya Rycko menyebut langkah itu merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis kepada napiter yang masih menjalani masa hukuman.

“CCTV harus terus dimonitor, Brimob dan petugas lapas harus siap saling berkoordinasi, cek alat-alat keamanan yang dibutuhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah kasus penyelundupan barang-barang terlarang terjadi di dalam lapas.

KPK, contohnya, pernah mengungkap kasus penyelundupan uang ke dalam laps hingga lebih dari Rp 30 juta. Modus yang paling sering didapati adalah dengan cara melubangi isi buku tebal untuk bisa menampung barang selundupan.

Selain uang, telepon seluler menjadi barang yang paling sering diselundupkan.

(tfq/arh)


[Gambas:Video CNN]


Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “BNPT Wanti-wanti Lapas Cek Barang Bawaan Keluarga Narapidana Teroris” pada 2023-04-22 15:40:03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *