• June 21, 2024 6:51 pm

Teror KKB Hambat Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

KEPALA Program Studi Kajian Terorisme Universitas Indonesia Muhammad Syauqillah menilai rentetan aksi teror oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) akan terus menghambat pembangunan kesejahteraan masyarakat di Papua.

 

“Padahal kita perlu melihat bagaimana masa depan pembangunan Papua seperti apa ke depannya. Kalau misalkan terus-menerus ada konflik seperti ini, ya tentunya Papua mengalami hambatan dalam membangun,” kata Syauqillah seperti dikutip Antara di Jakarta, Sabtu (18/3).

 

Dia mengatakan kondisi tersebut kian menambah urgensi penanganan masalah KKB, terutama di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah demi kesejahteraan Papua.

 

Dia melanjutkan aksi teror yang dilancarkan oleh KKB tidak sejalan dengan kerangka pembangunan Papua yang sejatinya diperuntukkan masyarakat Papua itu sendiri.

 

Artinya, ketika pembangunan macet, secara jangka panjang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Papua. Misalkan, akses jalan dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

 

“Setidaknya masyarakat Papua itu, dengan aksi kekerasan yang terjadi di Papua, yang terkena dampak tentunya adalah masyarakat Papua, rakyat Papua atau siapa pun yang ada di Papua itu akan terkena dampaknya, terutama dampak negatif,” ujarnya.

Baca juga: Pembangunan IKN Menjadi Terobosan untuk Terciptanya Pemerataan Pendidikan

 

Dia pun meminta pemerintah menyiapkan strategi dan pendekatan-pendekatan, baik soft maupun hard approach, untuk penuntasan masalah KKB.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan penyelesaian masalah KKB Papua hendaknya dimulai dengan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dan menyamakan persepsi melalui dialog. Persoalannya ialah bagaimana komitmen para pemangku kepentingan yang ada di Papua untuk benar-benar menjaga Papua tetap damai dan bisa menjadi wilayah berkembang.

 

“Diperlukan komitmen semua pihak untuk melaksanakannya, kalau misalkan komitmen itu hanya satu pihak itu tidak akan jalan. Artinya perdamaian atau dialog itu hanya dibangun oleh satu saja tidak akan bisa berjalan,” kata Syauqillah.

 

Akan tetapi, yang paling penting masalah KKB sejatinya bisa diselesaikan dengan kerangka pendekatan Pancasila yang menjadi ideologi bangsa.

 

“Kita punya ideologi Pancasila yang tertuang dalam sila ke-4, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Tentunya ini yang menjadi simbolitas kita semua, dan juga perlu juga lihat sila yang lain yakni sila ke-3, Persatuan Indonesia. Tentunya harus juga mencerminkan posisi keadilan bagi masyarakat Papua,” pungkasnya.

 

Akibat serangan KKB sejak 2017 hingga 2023, tercatat telah jatuh korban tewas lebih dari 34 orang warga sipil dan 12 orang aparat keamanan. Hal itu jelas merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa dibenarkan atas nama apa pun. Terlebih yang menjadi objek pembantaian kebanyakan warga sipil, yang dalam hukum perang (law humaniter) sekali pun, terlarang untuk diserang dan diperangi. (Ant/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Teror KKB Hambat Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua” pada 2023-03-18 12:40:12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *