• July 25, 2024 10:10 pm
Sopir taksi online bernama Sony Rizal Taihitu sempat membunyikan klakson mobilnya dan meminta tolong usai ditusuk oleh anggota Densus 88, Bripda HS.

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta, CNN Indonesia

Sopir taksi online bernama Sony Rizal Taihitu sempat membunyikan klakson mobilnya dan meminta tolong usai ditusuk oleh anggota Densus 88, Bripda Haris Sitanggang (HS).

Aksi pembunuhan itu dilakukan oleh HS terhadap korban di Perumahan Bukit Cengkeh, Depok, Jawa Barat pada Senin (23/1) lalu.

“Korban menjalankan kendaraan ke arah Jalan Nusantara sembari membunyikan klakson berkali-kali,” kata penyidik dalam proses rekonstruksi di Polda Metro Jaya, Kamis (16/2).

Kemudian, dua orang saksi menghampiri mobil korban yang terus menyalakan klakson dan meminta tolong. Saksi Suryanto lantas berlari mencari rekannya untuk membuka portal.

Sementara saksi Zakaria menemui Ketua RW setempat dengan tujuan agar melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

“Saksi Suryanto kembali, melihat korban berada di luar sebelah kanan mobil tergeletak bersimbah darah,” ucap penyidik.

Dalam proses rekonstruksi ini terungkap HS menghabisi nyawa korban dengan cara menusuk menggunakan sebilah pisau.

Sebelum menghabisi nyawa korban, HS lebih dulu menodongkan pisau itu ke arah korban sambil berkata ‘saya anggota’. Melihat hal itu korban pun memberikan perlawanan.

Setelahnya, HS menusuk korban menggunakan pisau yang telah disiapkannya. HS mengaku tak tahu menusuk korban di bagian mana saja. Ia hanya mengingat tusukan terakhir mengenai kepala korban.

Sebelumnya, sopir taksi online bernama Sony Rizal Taihitu ditemukan tewas di sekitar Perumahan Bukit Cengkeh, Depok, Jawa Barat, pada Senin (23/1).

Berdasarkan temuan kartu tanda anggota (KTA) di lokasi, polisi berhasil menangkap pelaku yang merupakan anggota Densus 88 berinisial Bripda HS. Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengungkapkan aksi pembunuhan itu dilakukan HS setelah keluar dari penempatan khusus (patsus). Sanksi ini diperoleh HS karena dinyatakan bersalah dalam sidang disiplin pada 5 Desember 2022 lalu.

Berdasarkan catatan Densus 88, HS diketahui pernah menipu temannya yang merupakan anggota Polri serta ke masyarakat. HS juga sempat meminjam sejumlah uang kepada teman-temannya hingga bermain judi online.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan, motif HS nekat menghabisi nyawa sopir taksi online itu karena ingin menguasai harta korban. Terungkap pula, HS memiliki utang hingga Rp900 juta.

(dis/isn)



[Gambas:Video CNN]


Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Sopir Taksi Bunyikan Klakson Minta Tolong Usai Ditusuk Bripda HS” pada 2023-02-16 16:28:46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *