• June 27, 2022 12:16 am

BNPT Kerja Sama dengan Belgia dan Belanda

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama (MoU) dengan Coordination Unit for Threat Analysis (CUTA) Belgia di Kantor Kementerian Dalam Negeri Belgia di Brussels, Belgia pada Kamis (9/5). Sehari sebelumnya BNPT melakukan kerja sama dengan Belanda.

 

Dalam kerja sama anti-terorisme ini, BNPT dipimpin langsung Komjen Boy Rafli Amar. Adapun Belgia dipimpin Kepala (The Coordinator Unit for Threat Analysis of the Kingdom of Belgium (CUTA) on Couter Terrorism,Gert Vercauteren. 

 

Penandatanganan Mou disaksikan Menteri Dalam Negeri Belgia Annelies Verlinden dan Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia Andri Hadi.

 

Penandatanganan MoU dilanjutkan pertemuan antara BNPT dan CUTA Belgia. Pertemuan ini sebagai implementasi pertama dari kerjasama ini.

 

Boy Rafli Amar menegaskan pentingnya kerja sama dengan Belgia. Pasalnya terorisme bersifat lintas negara yang dinamis. Kerja sama lintas negara menjadi penting terkait isu Pejuang Teroris Asing, sarana untuk penuntutan, rehabilitasi, dan reintegrasi.

 

“Lanskap terorisme yang terus berubah menuntut negara-negara untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan lebih baik, sebagai sarana untuk tanggapan yang efektif. Untuk itu, saya yakin MoU ini menjadi salah satu sarana untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Kepala Boy Rafli

 

Boy Rafli mengungkapkan sejumlah poin dalam kesepakatan kerja sama penanggulangan terorisme Indonesia Belgia. Poin kerja sama antara lain tukar menukar informasi, analisis strategis dan juga berbagi pengalaman praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan kedua negara. 

 

“Disepakati juga agenda pertemuan di tingkat pakar dan pejabat tinggi,” cetus Boy Rafli.

 

Mantan Kapolda Papua ini menegaskan penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri oleh sebuah negara. Kerja sama resmi melalui MoU harus terus digalang. 

 

“Tidak ada satu negara pun dapat menanggulangi terorisme sendirian, sehingga kerjasama internasional harus dilakukan,” cetus Boy Rafli.

 

Boy Rafli menyatakan Indonesia dan Belgia menghadapi persoalan ancaman terorisme yang sama. Ancaman tersebut potensial menimbulkan gangguan keamanan, kesejahteraan, dan pembangunan negara. 

 

Boy mencontohkan, Belgia saat ini menghadapi isu meningkatnya ekstremisme sayap kanan. Sedangkan Indonesia pada saat yang sama menghadapi masalah kelompok ekstremis yang menyebarkan dogma agama untuk mengganti ideologi Pancasila.

 

Sementara Menteri Dalam Negeri Belgia Annelies Verlinden menjelaskan, Belgia dan Indonesia telah beberapa kali dihadapkan dengan aksi-aksi terorisme. Untuk itu kerja sama yang maksimal harus dilakukan kedua negara.  

 

“CUTA Belgia memiliki banyak keahlian di bidang analisis ancaman dan telah terkenal secara internasional, tentunya hal ini akan sangat mendukung dalam implementasi kerja sama ini,” jelas Verlinden.

 

Kepala CUTA Belgia Gert Vercauteren, mengungkapkan negaranya memang terus menjalin kerja sama baik dengan negara-negara Eropa maupun negara lain di lingkup internasional. Menurutnya hubungan yang baik diperlukan untuk lebih memahami situasi satu dengan lainnya. (J-1) 


Sumber: Media Indonesia | BNPT Kerja Sama dengan Belgia dan Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.