RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Malang (ANTARA) – Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan Diklat Dai Gen Z 2026 untuk mencetak 200 kader dai Gen Z yang moderat dan adaptif di era digital.
“Dakwah di era digital membutuhkan kader-kader muda yang memiliki karakter kuat, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara positif,” kata Ketua LDNU PWNU Jawa Timur Syukron Djazilan dalam kegiatan bertema Mencetak Da’i Muda Inspiratif, Moderat, dan Adaptif di Era Digital yang diikuti 200 peserta dari mahasiswa dan pelajar.
Dalam pelatihan yang diikuti mahasiswa Unisma serta siswa SMA/MA Ma’arif dari Malang Raya, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Blitar itu, ia mengatakan pelatihan ini memadukan materi keislaman, keterampilan komunikasi publik, serta media digital sebagai instrumen dakwah.
Ia mengemukakan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, tantangan dakwah semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat menuntut hadirnya pendakwah muda yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu menyampaikan pesan Islam secara bijaksana, kreatif, dan relevan dengan karakter generasi digital.
Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga workshop, mentoring, praktik penyusunan materi dakwah, serta pembinaan berkelanjutan bagi para peserta.
Baca juga: Kemenag beri kesempatan dai muda magang di pesantren
“Melalui Diklat Dai Gen Z ini, kami ingin melahirkan kader-kader dai yang berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu menjadi teladan masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Unisma sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus penguatan peran kampus dalam mencetak generasi unggul yang memiliki kompetensi akademik, spiritual, dan kepemimpinan.
Rektor Universitas Islam Malang Prof Junaidi menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Unisma meyakini bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual generasi mudanya. Melalui sinergi bersama LDNU Jatim, kami berharap lahir dai-dai muda yang tidak hanya cakap berdakwah, tetapi juga mampu menjadi agen moderasi beragama, penggerak perubahan sosial, dan inspirasi bagi masyarakat di era digital,” kata Prof Junaidi.
Selain memperoleh materi dari narasumber yang kompeten, peserta juga mendapatkan sertifikat, modul pelatihan, kesempatan mengikuti pembinaan dai muda secara berkelanjutan, serta informasi mengenai berbagai program beasiswa Unisma bagi peserta tingkat SMA/MA.
Baca juga: BNPT minta para Dai muda ikut berperan berikan pesan perdamaian
Sementara itu, Sekretaris LDNU Jatim Moch Khoirul Anwar berharap Diklat dapat membangun jejaring kader dakwah muda yang mampu menjadi pelopor penyebaran Islam rahmatan lil alamin, memperkuat semangat kebangsaan, serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan, inklusif, dan responsif terhadap era digital.
Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “LDNU-Unisma cetak 200 dai Gen Z moderat dan adaptif di era digital” pada 2026-07-25 18:09:00
