• July 4, 2026 2:31 am

Pangdam Udayana: Berdayakan ekonomi bagian bela negara modern

Pangdam Udayana: Berdayakan ekonomi bagian bela negara modern

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Tabanan, Bali (ANTARA) – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari bela negara di era modern.

Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada 745 Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelas Lapangan Candradimuka, Rindam IX/Udayana, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat.

Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan konsep bela negara telah mengalami transformasi dan tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik atau mengangkat senjata.

Menurutnya, pertahanan negara saat ini juga ditentukan oleh ketahanan pangan, kedaulatan maritim, dan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir.

Bela negara menurutnya mencakup upaya nyata kita dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kawasan pesisir.

“Kehadiran KDKMP dan KNMP adalah implementasi langsung dari amanat konstitusi untuk mengelola ekonomi secara bersama demi kemaslahatan anggota, agar bangsa kita memiliki daya tahan kuat dan tidak bergantung pada pihak luar yang merugikan,” kata Pangdam.

Pangdam juga menguraikan pentingnya integrasi nilai kebangsaan, nasionalisme, dan penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah binaan Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan ekonomi kerakyatan tersebut, kata dia, memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari UUD NRI 1945, UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, hingga Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembangan Koperasi Merah Putih.

Baca juga: KSP: Pelatihan SPPI diarahkan pada penguatan materi manajerial

Baca juga: Ketua DPR minta pelatihan SPPI KDKMP fokus pada manajerial saja

Ia meminta seluruh siswa SPPI mengimplementasikan nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam pengelolaan koperasi melalui penguatan persatuan, keadilan sosial, kepatuhan terhadap konstitusi, menjaga keutuhan wilayah NKRI, serta merawat toleransi di tengah keberagaman.

Di hadapan para peserta, Pangdam juga mengingatkan ancaman non-militer yang saat ini banyak menyasar generasi muda, seperti penyalahgunaan media sosial, budaya individualisme, sikap anti-pemerintah, radikalisme, dan intoleransi.

Para kader KDKMP dan KNMP diminta menjadi agen perubahan sekaligus benteng moral di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional, Kodam IX/Udayana terus melakukan pendampingan teknis, pengamanan aset, pengembangan jaringan pemasaran, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di Bali dan Nusa Tenggara.

Hingga Mei 2026, pembentukan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai target 100 persen, dengan rincian 38 unit di Bali, 55 unit di NTB, dan 73 unit di NTT.

Khusus program Kampung Nelayan Merah Putih, Pangdam menginstruksikan agar dukungan diarahkan pada penguatan kedaulatan hasil laut, penetapan harga jual yang adil bagi nelayan tradisional, serta pemenuhan pasokan pangan berbasis bahari secara nasional.

Baca juga: Unhan: SPPI wahana bentuk generasi muda berkarakter kuat

Baca juga: Pemprov PBD: SPPI jadi ujung tombak penanggulangan stunting

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Pangdam Udayana: Berdayakan ekonomi bagian bela negara modern” pada 2026-07-03 22:38:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *