• July 3, 2026 7:37 pm

Film “Sintas” edukasi publik tentang pembinaan lapas

Film “Sintas” edukasi publik tentang pembinaan lapas

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menilai film pendek “Sintas” mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk memahami proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Kadiyono mengatakan film yang diangkat dari kisah nyata mantan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Salemba tersebut menggambarkan proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan secara menyeluruh.

“Film ini cukup informatif, memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas bahwa pembinaan, pelayanan, dan pengamanan yang dijalankan oleh pemasyarakatan itu sudah sangat baik berjalan,” kata Kadiyono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, film “Sintas” diperankan oleh warga binaan, mantan warga binaan, dan petugas pemasyarakatan.

Menurut Kadiyono, keterlibatan mereka menunjukkan bahwa proses pembinaan mampu mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki warga binaan.

“Film ini sangat menggambarkan proses pemasyarakatan yang bisa mempengaruhi perspektif positif masyarakat luas, khususnya para insan media,” ujarnya.

Ia berharap film tersebut dapat diikutsertakan dalam berbagai festival film agar menjangkau lebih banyak penonton.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat mengakses film tersebut sehingga memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai sistem pemasyarakatan.

“Masyarakat luas juga harus bisa mengakses dan melihat film ini supaya pemasyarakatan bisa dilihat secara utuh dan masyarakat memiliki pandangan yang baik serta positif terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan,” ucapnya.

Sementara itu, mantan warga binaan, Reza Bukan mengatakan film “Sintas” berangkat dari pengalaman pribadinya selama menjalani pembinaan sebagai warga binaan di Rutan Salemba.

Menurut dia, film tersebut ingin menyampaikan bahwa setiap orang yang pernah melakukan kesalahan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Film ini bukan soal manusia yang sempurna, tapi bagaimana saya yang pernah salah, pernah menjalani, dan pernah masuk dalam sebuah sistem pemasyarakatan. Sintas bukan soal instan, tapi soal perubahan hidup, tentang kesalahan, konsekuensi, dan kesempatan,” kata Reza Bukan.

Ia menambahkan pesan utama film tersebut adalah harapan yang selalu terbuka bagi siapa pun untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Segelap-gelap apa pun, tetap masih ada harapan selama mereka masih hidup,” ujarnya.

Baca juga: Eks napi teroris kembangkan usaha makanan hasil binaan lapas

Baca juga: Lapas Narkotika Jakarta latih napi beternak ayam dan menjahit

Baca juga: Napi Lapas Tangerang produksi 10.000 paving block per hari

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Film “Sintas” edukasi publik tentang pembinaan lapas” pada 2026-07-03 18:42:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *