• May 28, 2026 7:43 pm
2 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Pasifik

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Militer AS kembali menyerang kapal yang diduga milik kartel narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas operasi kontroversial ini kini mencapai 195 orang.(Departemen of War)

MILITER Amerika Serikat kembali melancarkan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga melakukan penyelundupan narkoba di kawasan timur Samudra Pasifik pada Rabu (27/5) waktu setempat. Insiden ini menewaskan dua orang pria di atas kapal.

Serangan tersebut menandai hari kedua berturut-turut dari operasi militer mematikan yang diinisiasi pemerintahan Donald Trump. Melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter), Komando Selatan AS (US Southern Command) menyatakan target operasi kali ini adalah kapal yang bergerak di jalur penyelundupan yang telah diketahui.

“Dua pria narko-teroris tewas dalam aksi ini,” tulis Komando Selatan AS dalam pernyataan resminya.

Guna memperkuat laporan, militer AS merilis video hitam-putih berkualitas rendah yang menunjukkan visual kapal sesaat sebelum serangan, ledakan besar yang menghancurkannya, hingga puing-puing yang terbakar di atas air.

Korban Jiwa Terus Berjatuhan

Operasi yang dinamakan “Southern Spear” (Tombak Selatan) ini telah dimulai sejak awal September lalu. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa AS secara efektif sedang berada dalam kondisi perang melawan kartel narkoba yang berbasis di Amerika Latin.

Namun, agresivitas militer ini memicu sorotan tajam. Berdasarkan catatan AFP, insiden terbaru ini menambah panjang daftar korban jiwa, membuat total korban tewas dalam kampanye militer AS tersebut mencapai sedikitnya 195 orang.

Tepat sehari sebelum insiden ini, tepatnya pada Selasa, serangan serupa juga dilancarkan. Dalam peristiwa tersebut, Komando Selatan AS melaporkan ada dua korban yang selamat dan terdampar di laut. Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) telah disiagakan untuk melakukan operasi penyelamatan. Kendati demikian, pihak Coast Guard belum memberikan informasi lebih lanjut saat dimintai keterangan oleh AFP mengenai upaya penyelamatan tersebut.

Kritik dan Dugaan Pelanggaran HAM

Meskipun korban jiwa terus bertambah, pemerintahan Trump sejauh ini belum memberikan bukti definitif bahwa kapal-kapal yang menjadi target serangan tersebut benar-benar terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba.

Kondisi ini memicu gelombang protes dari para ahli hukum dan organisasi pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka menilai tindakan keras militer AS di perairan internasional tersebut sangat problematis dan berpotensi melanggar hukum.

Sejumlah kelompok pengamat HAM bahkan menyatakan bahwa rentetan serangan udara ini dapat dikategorikan sebagai tindakan pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killings). Pasalnya, operasi militer ini dinilai menyasar warga sipil yang tidak memberikan ancaman atau bahaya langsung bagi keamanan Amerika Serikat. (AFP/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “2 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Pasifik” pada 2026-05-28 09:05:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *