• May 13, 2026 5:32 pm

Operasi Senyap CIA di Meksiko Strategi Mematikan Lumpuhkan Kartel Narkoba

Operasi Senyap CIA di Meksiko: Strategi Mematikan Lumpuhkan Kartel Narkoba

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi.(Magnific)

LEDAKAN misterius yang menghancurkan mobil di jalan raya utama pinggiran ibu kota Meksiko pada musim semi ini mengungkap tabir operasi rahasia Amerika Serikat. Insiden yang menewaskan Francisco Beltran alias El Payin, anggota tingkat menengah Kartel Sinaloa, diduga kuat merupakan bagian dari kampanye mematikan CIA yang belum pernah dilaporkan.

Laporan investigasi menyebutkan bahwa serangan pada 28 Maret tersebut difasilitasi oleh perwira operasi CIA melalui unit elite dan rahasia yang dikenal sebagai Ground Branch. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam keterlibatan AS di dalam wilayah Meksiko untuk membongkar jaringan kartel yang telah berakar kuat.

Strategi Netralisasi Pemerintahan Trump

Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, beberapa kartel besar Meksiko seperti Sinaloa dan Jalisco ditetapkan sebagai organisasi teroris asing. Penetapan ini memberikan payung hukum bagi otoritas intelijen AS untuk menggunakan kekuatan mematikan.

Strategi yang diterapkan saat ini tidak hanya menyasar gembong besar di puncak pimpinan, tetapi juga secara sistematis menargetkan pemain tingkat menengah yang menjadi roda penggerak utama dalam perdagangan narkoba. “Lethality (tingkat mematikan) dari operasi mereka telah ditingkatkan secara serius,” ujar seorang sumber yang mengetahui operasi tersebut.

Poin Utama Operasi CIA di Meksiko:

  • Keterlibatan langsung dalam serangan mematikan terhadap anggota kartel.
  • Penggunaan drone pengintai yang intensif di wilayah udara Meksiko.
  • Koordinasi rahasia dengan pejabat regional dan lokal untuk menghindari infiltrasi kartel di tingkat federal.
  • Fokus pada penghancuran seluruh ekosistem jaringan narkoba.

Ketegangan Diplomatik dan Kedaulatan Meksiko

Operasi senyap ini memicu reaksi keras dari pemerintah Meksiko. Presiden Claudia Sheinbaum secara tegas menyatakan keberatannya terhadap kehadiran agen asing yang beroperasi tanpa koordinasi di wilayah nasional. Berdasarkan undang-undang keamanan nasional Meksiko tahun 2020, semua agen asing wajib melaporkan keberadaan dan aktivitas mereka kepada pemerintah federal.

“Tidak boleh ada agen dari institusi pemerintah AS mana pun yang beroperasi di lapangan Meksiko,” tegas Sheinbaum dalam konferensi pers baru-baru ini. Ketegangan ini semakin memuncak setelah insiden di Chihuahua yang menewaskan dua perwira CIA dalam kecelakaan mobil setelah melakukan penggerebekan laboratorium sabu.

Risiko Balas Dendam

Meskipun operasi ini diklaim efektif dalam menekan aliran narkoba, para analis memperingatkan risiko tinggi akan ada aksi balas dendam dari kartel. Kekhawatiran utama adalah kekerasan ini dapat meluap hingga ke wilayah Amerika Serikat, mengingat mobilitas anggota kartel yang sering melintasi perbatasan.

Di sisi lain, CIA melalui juru bicaranya, Liz Lyons, membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu yang membahayakan nyawa warga Amerika. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada pergeseran taktik AS yang kini lebih memilih tindakan unilateral jika pemerintah lokal dianggap tidak mampu atau terlibat dalam kolusi dengan kartel.

Hingga saat ini, hubungan intelijen antara kedua negara berada di titik terendah akibat ketidakpercayaan yang mendalam, terutama setelah Departemen Kehakiman AS menuduh beberapa pejabat tinggi Meksiko berkonspirasi dengan Kartel Sinaloa. (CNN/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Operasi Senyap CIA di Meksiko Strategi Mematikan Lumpuhkan Kartel Narkoba” pada 2026-05-13 17:13:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *