RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
SEBUAH ledakan misterius menghancurkan sebuah mobil di jalan raya utama di luar Mexico City pada musim semi ini. Insiden tersebut menewaskan Francisco Beltran, yang dikenal sebagai “El Payin”, seorang anggota tingkat menengah dari Kartel Sinaloa. Meski otoritas Meksiko menjaga kerahasiaan ketat atas peristiwa ini, investigasi terbaru mengungkap keterlibatan mendalam agen intelijen Amerika Serikat.
Laporan eksklusif CNN menyebutkan bahwa serangan terhadap Beltran merupakan bagian dari kampanye rahasia CIA yang diperluas di dalam wilayah Meksiko. Operasi ini dipimpin oleh unit elite dan rahasia yang dikenal sebagai Ground Branch, dengan tujuan melumpuhkan jaringan kartel yang telah mengakar kuat.
Peningkatan Skala Operasi
Sejak tahun lalu, agen CIA di Meksiko dilaporkan telah berpartisipasi langsung dalam serangan mematikan terhadap beberapa anggota kartel. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari sekadar berbagi intelijen menjadi partisipasi langsung dalam operasi eliminasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menetapkan beberapa kelompok kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing. Pemerintah AS menganggap kelompok-kelompok ini sedang berada dalam kondisi “perang” dengan Amerika Serikat, terutama terkait krisis narkoba.
“Lethality (tingkat mematikan) dari operasi mereka telah ditingkatkan secara drastis,” ujar salah satu sumber yang mengetahui operasi tersebut kepada CNN. “Ini adalah perluasan signifikan dari apa yang bersedia dilakukan CIA di dalam Meksiko.”
Strategi Membongkar Jaringan
Berbeda dengan operasi penangkapan tokoh besar seperti Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, strategi CIA saat ini dilaporkan bertujuan untuk membongkar seluruh jaringan. Hal ini melibatkan identifikasi titik lemah dalam organisasi dan secara sistematis menargetkan pemain tingkat menengah yang menjadi roda penggerak utama dalam bisnis perdagangan manusia dan narkoba.
Operasi-operasi ini sering kali tidak menarik perhatian internasional karena targetnya bukan tokoh puncak. Pola ini serupa dengan misi kontra-terorisme yang digunakan AS untuk menghancurkan kelompok-kelompok radikal di Timur Tengah.
Respons Pemerintah Meksiko dan Risiko Hukum
Meskipun kerja sama intelijen sering terjadi, keterlibatan fisik agen asing dalam operasi penegakan hukum di wilayah nasional dapat dianggap ilegal menurut konstitusi Meksiko tanpa izin tertulis dari pemerintah federal.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan ketidaktahuannya atas beberapa keterlibatan CIA dan menegaskan kedaulatan negaranya.
“Tidak boleh ada agen dari institusi pemerintah AS mana pun yang beroperasi di lapangan Meksiko,” tegas Sheinbaum dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini.
Sementara itu, Sekretaris Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, secara kategoris menolak versi laporan yang menyatakan adanya operasi mematikan atau sepihak oleh lembaga asing di wilayah nasional mereka.
Akar Kampanye dan Tantangan ke Depan
Pemerintahan Trump dilaporkan telah mempersiapkan kerangka kerja untuk kehadiran CIA yang lebih agresif di Meksiko sejak awal masa jabatan keduanya. Direktur CIA, John Ratcliffe, fokus pada perluasan peran agensi dalam misi kontra-kartel.
Namun, operasi ini memiliki risiko tinggi, termasuk potensi balasan dari anggota kartel yang sering menyeberangi perbatasan AS-Meksiko. Selain itu, tingkat infiltrasi kartel ke dalam aparat keamanan setempat tetap menjadi kekhawatiran utama bagi unit Ground Branch dalam menjalankan misi mereka di lapangan. (CNN/Z-2)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Operasi Senyap CIA di Meksiko Unit Elite Ground Branch Targetkan Anggota Kartel” pada 2026-05-13 07:19:00
