• May 6, 2026 12:05 pm
5 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Penyelundup Narkoba di Amerika Latin

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Militer AS (SOUTHCOM) melancarkan serangan udara mematikan terhadap kapal yang diduga milik jaringan “narkoteroris” di Pasifik dan Karibia. (US Southcom)

MILITER Amerika Serikat melaporkan telah menewaskan lima orang dalam dua serangan terpisah yang menargetkan kapal-kapal terduga penyelundup narkoba di perairan Amerika Latin selama dua hari terakhir. Operasi ini menambah panjang daftar korban tewas dalam kampanye pengeboman kontroversial yang kini telah mencapai sedikitnya 190 jiwa.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengonfirmasi pada Selasa, militer AS melancarkan “serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang dioperasikan Organisasi Teroris Terunjuk” di wilayah Pasifik Timur.

Kronologi Serangan di Pasifik dan Karibia

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, SOUTHCOM menjelaskan kapal tersebut terdeteksi sedang melintasi jalur yang dikenal sebagai rute perdagangan narkoba. Militer AS menegaskan bahwa kapal itu aktif terlibat dalam operasi penyelundupan.

“Tiga pria narkoteroris tewas dalam aksi ini,” tulis pernyataan resmi SOUTHCOM.

Serangan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah operasi serupa di Laut Karibia pada hari Senin. Dalam serangan awal tersebut, SOUTHCOM menyatakan bahwa pasukan AS berhasil menewaskan dua orang yang berada di atas kapal yang menjadi sasaran.

Kampanye “Perang Terhadap Narkoteroris”

Pemerintahan Presiden Donald Trump bersikeras langkah militer ini merupakan bagian dari kondisi “perang” melawan apa yang mereka sebut sebagai “narkoteroris” yang beroperasi di wilayah Amerika Latin. Istilah ini digunakan pemerintah untuk menyatukan ancaman terorisme dengan jaringan kartel narkoba internasional.

Meski demikian, operasi ini terus menuai kecaman dan perdebatan sengit. Hingga saat ini, pemerintah AS belum memberikan bukti definitif yang menunjukkan kapal-kapal yang menjadi target serangan memang terlibat langsung dalam perdagangan narkoba.

Kontroversi Legalitas

Ketidakmampuan militer untuk menunjukkan bukti konkret di lapangan memicu keraguan publik dan pakar hukum mengenai legalitas operasi tersebut di bawah hukum internasional. Banyak pihak mempertanyakan dasar hukum penggunaan kekuatan mematikan terhadap kapal-kapal sipil di perairan internasional tanpa proses peradilan terlebih dahulu.

Dengan tambahan lima korban terbaru, total kematian dalam kampanye pengeboman ini terus meningkat, memperuncing ketegangan mengenai sejauh mana kewenangan militer AS dapat digunakan dalam memberantas peredaran gelap narkoba di luar wilayah kedaulatannya. (AFP/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “5 Orang Tewas saat AS Bom Kapal Penyelundup Narkoba di Amerika Latin” pada 2026-05-06 09:58:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *