• April 30, 2026 8:17 am

Kronologi Penusukan Dua Pria Yahudi di London, Polisi Tetapkan Sebagai Aksi Teror

Kronologi Penusukan Dua Pria Yahudi di London, Polisi Tetapkan Sebagai Aksi Teror

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Dua pria Yahudi menjadi korban penusukan brutal di Golders Green, London. Polisi melumpuhkan tersangka dengan Taser dan menyelidiki dugaan motif terorisme.(AFP)

KEPOLISIAN Metropolitan London resmi menetapkan aksi penusukan yang menimpa dua pria Yahudi di kawasan Golders Green, London Utara, sebagai insiden terorisme. Peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu pagi waktu setempat ini mengakibatkan korban berusia 34 dan 76 tahun dilarikan ke rumah sakit.

Pihak berwenang mengonfirmasi kedua korban saat ini dalam kondisi stabil. Sementara itu, seorang pria berusia 45 tahun telah ditangkap di lokasi kejadian atas dugaan percobaan pembunuhan.

Kronologi Serangan di Highfield Avenue

Berdasarkan keterangan Kepolisian Metropolitan, petugas menerima laporan penusukan di Highfield Avenue pada pukul 11:16 BST. Rekaman CCTV menunjukkan rentetan aksi brutal tersangka yang dimulai sejak pukul 11:15 BST.

Dalam rekaman tersebut, tersangka terlihat berlari di trotoar sebelum menyerang seorang pria dan mengejarnya hingga keluar dari jangkauan kamera. Tak lama berselang, pada pukul 11:20 BST, tersangka mendekati sebuah halte bus dan menyerang pria lain secara berulang kali, lalu mendorongnya ke badan jalan.

Detik-detik penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Rekaman body-worn camera milik petugas menunjukkan tersangka terus berjalan ke arah polisi meskipun telah diperingatkan. Petugas berulang kali berteriak, “Jatuhkan pisaunya!” sebelum akhirnya melumpuhkan tersangka menggunakan alat kejut listrik (Taser).

Komisaris Polisi Metropolitan, Mark Rowley, menyatakan petugas terpaksa mengambil tindakan tegas karena ancaman yang nyata.

“Petugas menghadapi seorang pria yang mereka yakini sebagai teroris, yang menolak menunjukkan tangannya, bersikap keras, dan terus memberikan ancaman yang jelas,” ujar Rowley.

Ia juga menambahkan bahwa petugas sempat khawatir tersangka membawa perangkat peledak saat ia terus mencoba melakukan penyerangan meskipun sedang dilumpuhkan.

Profil Tersangka dan Penyelidikan Lanjutan

Tersangka merupakan warga negara Inggris kelahiran Somalia. Sebelum aksi di Golders Green, polisi menduga pria yang sama terlibat dalam insiden bersenjata tajam di Southwark pada pukul 08:50 BST, di mana ia dilaporkan terlibat pertengkaran dengan penghuni sebuah rumah sebelum melarikan diri.

Saat ini, kepolisian tengah melakukan penggeledahan di sebuah alamat di tenggara London. “Kami juga bekerja sama dengan mitra kami di layanan keamanan untuk memastikan kami memiliki gambaran intelijen yang lengkap, dan salah satu jalur penyelidikan adalah apakah serangan ini sengaja menargetkan komunitas Yahudi di London,” tambah Rowley.

Reaksi Pemimpin dan Tokoh Masyarakat

Kepala Rabi Sir Ephraim Mirvis menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. “Saya sedih untuk mengatakan bahwa peristiwa hari ini membuktikan bahwa jika Anda terlihat secara fisik sebagai orang Yahudi, Anda tidak aman dan lebih banyak hal harus dilakukan,” ungkapnya.

Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebut serangan ini sebagai tindakan yang “sangat mengerikan” dan menegaskan bahwa serangan terhadap komunitas Yahudi adalah serangan terhadap Inggris. Senada dengan itu, Raja Charles III melalui juru bicara Istana Buckingham menyatakan doa bagi para korban dan rasa terima kasih kepada warga yang memberikan bantuan dengan berani di lokasi kejadian. (BBC/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Kronologi Penusukan Dua Pria Yahudi di London, Polisi Tetapkan Sebagai Aksi Teror” pada 2026-04-30 06:24:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *