• June 27, 2022 12:10 am

Densus Usut Konvoi Khilafah di Cawang

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror memonitor konvoi membawa tulisan kebangkitan Khilafah di Cawang, Jakarta Timur pada Minggu pagi, 29 Mei 2022. Penyidik detasemen berlambang burung hantu itu langsung menyelidiki peristiwa tersebut.

“D88 sudah monitor dan masih menyelidiki peristiwa ini bekerja sama dengan unit kepolisian terkait lainnya,” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi.

Namun, Aswin belum bicara banyak terkait tindakan masyarakat tersebut. Terutama terkait ada tidak pelanggaran hukum dari konvoi Khilafah itu.

Sementara itu, Direktur Pencehagan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwakhid mengatakan visi konvoi membawa tulisan kebangkitan Khilafah itu sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Yakni mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat.

Bedanya, organisasi terlarang HTI merupakan gerakan transnasional dan sedang memperjuangkan sistem khilafah di berbagai negara. Sedangkan, Khilafatul Muslimin mengeklaim sudah mendirikan khilafah dengan adanya khalifah yang terpilih.

Menurut Nurwakhid, Genealogi Khilafatul Muslimin tidak bisa lepas dari Negara Islam Indonesia (NII). Sebab, sebagian besar tokoh kunci dalam gerakan tersebut adalah mantan NII.

Baca juga: Tawuran Lempar Botol di Petamburan, Polisi Amankan 11 Remaja

Dia menyebut Khilafatul Muslimin sama berbahaya dengan kelompok radikal terorisme. Ada beberapa parameter yang bisa dipakai dalam melihat Khilafatul Muslimin, salah satunya memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) maupun jaringan terorisme lainya.

“Meski dalam pengakuan tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya,” ujar Nurwakhid saat dikonfirmasi terpisah.

Selain itu, gerakan Khilafatul Muslimin disebut mudah berafiliasi dengan jaringan kelompok teror seperti Negara Islam, Irak, dan Suriah (ISIS). Hal itu diketahui saat masa kejayaan ISIS pada 2015, Rohan Gunaratna peneliti terorisme dari Singapura menggolongkan Khilafatul Muslimin telah berbaiat kepada ISIS.

BNPT telah mengambil sikap terkait konvoi membawa tulisan kebangkitan Khilafah di Cawang, Jakarta Timur. BNPT akan melakukan koordinasi pencegahan terhadap paham yang dapat mendorong terorisme.

“Terkait Khilafatul Muslimin BNPT telah mengkoordinasikan pemerintah daerah, forkopimda di seluruh wilayah NKRI untuk mewaspadai gerakan ini karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme,” tutur dia.

Sebelumnya, sebuah video memuat aksi konvoi puluhan motor, viral di media sosial. Konvoi motor itu membawa atribut berupa poster hingga bendera bertuliskan ‘Khilafatul Muslimin’.

Konvoi ‘Khilafatul Muslimin’ ini disebut-sebut terjadi di Cawang, Jakarta Timur, pukul 09.14 WIB pada Minggu, 29 Mei 2022. Terlihat para pemotor itu melintas bergerombol dengan memakai seragam dengan warna dominan hijau.

Para pemotor itu nampak membawa bendera berbahasa Arab berukuran besar. Sejumlah poster berisi pesan terkait khilafah pun turut dibawa peserta konvoi.

“Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah,” tulisan di salah satu poster yang dibawa pemotor.”Jadilah Pelopor Penegak Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah,” bunyi poster lainnya. (OL-4)


Sumber: Media Indonesia | Densus Usut Konvoi Khilafah di Cawang

Leave a Reply

Your email address will not be published.