• July 2, 2022 12:30 am

Pastor Kenang Buya Syafii Naik Sepeda Demi Redamkan Teror di Gereja

Pemuka tokoh agama dan umat kritiani turut berduka atas meninggalnya tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif.

Yogyakarta, CNN Indonesia

Ucapan duka cita atas wafatnya eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif tak hanya datang dari umat Islam di Indonesia, kelompok agama lain pun berbelasungkawa atas berpulangnya tokoh tersebut.

Bahkan, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu diusulkan pula jadi pahlawan nasional karena kiprahnya semasa hidup tersebut.

Vikaris Episkopal (Vikep) Wakil Uskup Urusan Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Yohanes Dwi Harsanto melihat sosok Buya Syafii sebagai figur yang penuh kedamaian. Mampu menjalin keharmonisan antarumat beragama.

“Bapak yang damai dan mewartakan damai di mana pun. Damai yang berdasarkan keadilan dan martabat manusia,” kata Dwi di lokasi persemayaman Jenazah Buya Syafii di Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, Jumat (27/5).

Nilai-nilai toleransi dan pluralisme tak hanya Buya Syafii sampaikan melalui tulisan maupun pidatonya. Tapi, juga lewat aksi nyata.

“Dengan tangan dan kakinya, beliau itu terjun, mengusahakan damai itu,” katanya.




Vikaris Episkopal (Vikep) Wakil Uskup Urusan Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Yohanes Dwi Harsanto di Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, Jumat (27/5). (CNN Indonesia/Tunggul)

Salah satu bentuk aksi itu, menurut Dwi, adalah pascamomen penyerangan Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman oleh teroris pada 2018 lalu.

“Beliau langsung naik sepeda dari rumahnya menuju gereja. Beliau pertama kali justru mendahului saya. Ketika teman-teman wartawan datang di sana, beliau membuat konferensi pers, mengutuk si teroris,” kenang Dwi.

“Jadi hubungan antaragama tetap tenang dan damai, masyarakat tetap bisa fokus untuk mengusahakan hidup bersama dengan lebih baik. Itu selalu beliau usahakan,” sambungnya.

Terpisah, saat dihubungi, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Christian Siswantotoko mengatakan umat Katolik seluruh Indonesia berduka dan kehilangan besar atas meninggalnya Buya Syafii. Ia mengatakan umat Katolik turut mendoakan kepergiannya.

“KWI turut berduka cita dan kehilangan besar atas berpulangnya Buya Syafii Maarif. Kami doakan untuk kehidupan abadi dan kehidupan baru Buya Syafii dan semoga keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Siswantoko kepada CNNIndonesia.com, Jumat.

Siswantoko menilai sosok Buya Syafii sebagai tokoh bangsa yang sederhana serta konsisten antara perkataan dan perbuatan. Meski beragama Muslim, Siswantoko menilai Buya Syafii bisa masuk ke semua kalangan, termasuk di kalangan Agama Katolik.

Ia berharap nantinya akan lahir lagi orang-orang yang memiliki kepribadian, sikap dan pemikiran seperti Buya Syafii.

“Menurut saya beliau tokoh yang ingin terus menjaga kebersamaan dalam keberbedaan. Dan beliau bukan hanya dalam kata saja, dia sebagai tokoh yang konsisten apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan,” kata dia.

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sementara itu Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom menyebut Buya Syafii sebagai sosok yang tak segan untuk memenuhi undangan pertemuan lintas agama, termasuk yang diselenggarakan PGI.

Gomar mengaku meneladani kesederhanaan dan komitmen Buya Syafii untuk kemajuan Bangsa Indonesia. Almarhum adalah inspirasi bagi generasi muda.

“Kesederhanaannya, ke manapun kita undang, dia selalu naik kereta api, tidak butuh dijemput. Bahkan, dari stasiun kereta api, ke tempat acara berlangsung dia usahakan sendiri. Dia selalu bilang, saya bisa berjalan sendiri. Tidak usah dijemput. Saya rasa itu keteladanan yang luar biasa,” ucapnya.

“Dalam sakitnya, Bu Mega [Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri] menawarkan untuk berobat di Jakarta. Pak [Presiden RI Joko Widodo] Jokowi juga menawarkan demikian. Tetapi beliau bilang mau berobat di RS Muhammadiyah saja. Bahkan, hingga wafatnya beliau mewasiatkan untuk dikuburkan di pemakaman sederhana, di Pemakaman Muhammadiyah di Kulon Progo,” lanjut dia.

Pihaknya pun mengusulkan kepada negara untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai wujud penghormatan kepada Buya Syafii.

“Kami bahkan mengusulkan agar beliau, Buya Syafii Maarif, diangkat menjadi pahlawan nasional karena beliau telah membuat begitu banyak pencerahan dan perubahan bagi bangsa kita,” kata Gomar.

Sebelumnya diberitakan, Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii meninggal dunia pada Jumat pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Buya Syafii wafat pada usianya yang ke 86 tahun.

Buya Syafii rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Husnul Khotimah yang terletak di Dusun Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo selepas waktu Salat Ashar nanti. Buya Syafii sebelumnya juga sempat dirawat di rumah sakit karena terkena serangan jantung ringan pada akhir Maret lalu.

(kum, rzr/kid)

[Gambas:Video CNN]





Sumber: CNN Indonesia | Pastor Kenang Buya Syafii Naik Sepeda Demi Redamkan Teror di Gereja

Leave a Reply

Your email address will not be published.