• May 24, 2022 4:30 pm

BNPT Pastikan Penculik 12 Anak di Jabodetabek Bukan Eks Napiter

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan Abi Rizal Afif (ARA), 28 penculik 12 anak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bukan mantan narapidana terorisme (napiter). Abi sempat mengaku sebagai eks napiter saat pemeriksaan.

“Ya, bukan eks napiter. Yang bersangkutan hanya ngaku-ngaku saja, mungkin cari popularitas,” kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dikonfirmasi, hari ini.

Ahmad mengaku telah memverifikasi hal tersebut ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur yang disebut tempat Abi menjalani masa hukuman. Pihak Lapas memastikan tak pernah membina narapidana atas nama Abi Rizal Afif dalam kasus tindak pidana terorisme.

“Empat bulan terakhir tidak ada napiter yang bebas atas nama tersebut,” ujar jenderal polisi bintang satu itu.

Dia merinci terdapat tiga narapidana yang bebas dari Gunung Sindur. Yakni Triyono bin Wagimin atas kasus tindak pidana terorisme, Badru Salim bin Pepeng, dan Dicky Permana bin Lili Jalili yang masing-masing bebas dari hukuman atas kasus narkotika.

Sebelumnya, polisi mengatakan Abi mengaku merupakan eks napiter. Abi juga mengaku terlibat dalam kasus bom Sarinah dan kerusuhan di Bawaslu, Jakarta Pustaka pada 21-22 Mei 2019. Namun, polisi tak langsung memercayai. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait pengakuan tersebut.

Baca juga: Puan Minta Penculik yang Cabuli Anak Dijerat dengan UU TPKS

Pihak kepolisian mengungkap kasus penculikan anak di wilayah Jabodetabek pada Kamis, 12 Mei 2022. Sebanyak 12 anak dilaporkan hilang dalam kasus tersebut. Abi ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta.

Kasus penculikan terungkap setelah jajaran Sat Reskrim Polres Bogor menyelidiki hilangnya anak laki-laki, Fakhri, 11 asal Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 8 Mei 2022. Berdasarkan laporan yang diterima, ada satu orang yang dibawa dari lima orang yang diculik oleh tersangka.

Hasil pengembangan ditemukan 10 orang anak laki-laki dengan rata-rata usia 10-14 tahun diduga korban penculikan. Mereka berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan.

Anak-anak tersebut berkumpul di satu tempat di sebuah masjid di wilayah Senayan. Mereka disuruh menunggu.

Pelaku mengaku-ngaku sebagai polisi dan membawa Fakhri dengan dalih melanggar protokol kesehatan (prokes). Pelaku sempat mengancam Fakhri akan dipenjara karena tidak memakai masker.(OL-4)


Sumber: Media Indonesia | BNPT Pastikan Penculik 12 Anak di Jabodetabek Bukan Eks Napiter

Leave a Reply

Your email address will not be published.