• May 19, 2022 3:03 pm

Polisi Ringkus Residivis Penyuplai Bahan Peledak Bom Ikan Pandeglang

Polisi menangkap penyuplai bahan peledak untuk dijadikan bom ikan yang diduga menjadi sumber ledakan di wilayah Pandeglang, Banten.
Jakarta, CNN Indonesia

Polisi menangkap penyuplai bahan peledak untuk dijadikan bom ikan yang diduga menjadi sumber ledakan di wilayah Pandeglang, Banten pada Minggu (9/1) lalu. Dalam insiden itu, pemilik rumah berinisial UL (41) meninggal dunia.

“Tersangka saudara LL (35) berprofesi sebagai nelayan. Warga Sumber Jaya, Kecamatan Sumur Pandeglang,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga kepada wartawan, Selasa (5/4).

Berdasarka pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik, kata Shinto, disimpulkan insiden itu tak terkait dengan dugaan jaringan terorisme.

Dia menjelaskan, tersangka menyuplai bahan peledak untuk dirakit dan menghasilkan keuntungan ekonomis. Padahal, upaya tersebut berbahaya bagi nyawa yang menyimpan bom tersebut.

“Tersangka tidak peduli tentang ancaman bahaya bagi nyawa dan benda orang yang menyimpan dan merakit bahan peledak,” ucap Shinto.

Shinto menuturkan, LL merupakan residivis dari kasus yang sama. Artinya, dia pernah ditangkap dan menjalani proses hukum terkait perkara tersebut.

Dia ditangkap Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Banten pada 2014 lalu setelah membeli bom ikan dari sumber yang sama. Walhasil, LL menjalani delapan bulan penjara.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni, Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penguasaan bahan peledak secara ilegal, diancam pidana dengan 10 tahun penjara. Lalu, Pasal 359 KUHP yaitu karena kesalahannya mengakibatkan matinya orang, diancam pidana dengan 5 tahun penjara.

Menurutnya, bahan peledak tersebut disuplai oleh tersangka yang memang bertugas untuk membuat bom ikan. Dia pun membeli bahan peledak itu dari seseorang di Indramayu, Jawa Barat.

Menurut Shinto, tersangka melarikan diri ke hutan di daerah Munjul usai ledakan itu terjadi. Pelarian tersangka, kata dia, dilakukan dalam dua bulan terakhir.

“Berhasil ditangkap oleh penyidik pada 11 Maret 2022 saat sedang beraktivitas di Keramba Ikan, di Kecamatan Sumur, Pandeglang,” jelas Shinto.

Menurutnya, korban berinisial UL membeli bahan peledak tersebut untuk kemudian dirakit menjadi bom ikan. Korban, kata Shinto, memang memiliki kemampuan untuk merakit bom.

Bom kemudian diserahkan kepada tersangka LL pasca rampung dirakit. Ia mendapat upah Rp200 ribu per 6 kilogram bom untuk kemudian dijual lagi oleh LL ke pihak lain seharga Rp150 ribu per 500 gram.

“Sehingga menghasilkan keuntungan yang signifikan terhadap tersangka,” jelasnya.

Sebagai informasi, rumah milik suami istri yang menjadi korban di Kampung Cisaat, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, hancur berantakan pasca ledakan.

Shinto menerangkan, sumber ledakan diduga berasal dari rumah korban UL pada sekitar pukul 20.30 WIB. Suara kencang terdengar hingga sejauh radius 10 KM.

(mjo/isn)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Polisi Ringkus Residivis Penyuplai Bahan Peledak Bom Ikan Pandeglang

Leave a Reply

Your email address will not be published.