• May 19, 2022 6:08 pm

Pasukan Israel Bunuh Tiga Militan Palestina saat Kekerasan Menguat

PASUKAN keamanan Israel membunuh tiga gerilyawan Jihad Islam ketika mereka mendapat baku tembak pada Sabtu (2/4) dalam serangan di Tepi Barat. Ini kematian terbaru dalam gelombang kekerasan di sana.

Pertumpahan darah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan menjelang mulainya bulan suci Ramadan yang telah menyaksikan kekerasan meningkat di Israel dan Tepi Barat yang diduduki. Tahun lalu selama Ramadan, bentrokan berkobar antara pasukan Israel dan warga Palestina yang mengunjungi masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur yang dicaplok. Ini menyebabkan konflik yang menghancurkan selama 11 hari antara Israel dan penguasa Islam Jalur Gaza, Hamas.

Pada Sabtu, polisi Israel mengatakan pasukan keamanan membunuh tiga anggota kelompok militan Jihad Islam yang melepaskan tembakan selama operasi untuk menangkap mereka di dekat kota Jenin, Tepi Barat utara. Empat tentara Israel terluka dalam operasi itu, salah satunya serius, kata polisi.

Pasukan Israel telah mencegat, “Kelompok teroris dalam perjalanan menuju serangan dan menghentikan mobil yang mereka tumpangi antara Jenin dan Tulkarem,” kata polisi dalam suatu pernyataan. Jihad Islam mengonfirmasi tiga kematian tersebut. 

“Kami berduka atas kematian tiga pejuang pahlawan kami,” kata sayap bersenjata gerakan Islam itu. Dua dari mereka berasal dari Jenin dan satu dari Tulkarem.

Baca juga: ISIS bakal Menjadi Musuh Baru Israel?

Hamas mengeluarkan peringatan kepada Israel. “Kebijakan musuh tentang pembunuhan di Tepi Barat dan Jerusalem yang diduduki tidak akan memberinya kondisi yang disebut keamanan,” kata Hamas. Bentrokan pada hari ini menjadi yang terbaru dalam serentetan kekerasan berdarah di Israel dan Tepi Barat sejak 22 Maret.

Protes pemukiman ilegal 

Pada Jumat (1/4), pasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina berusia 29 tahun dalam bentrokan di kota Hebron, Tepi Barat, kata Kementerian Kesehatan Palestina. Kantor berita Palestina Wafa menyebut dia sebagai Ahmad al-Atrash, yang dia katakan ikut serta dalam protes terhadap pemukiman Israel dan sebelumnya menjalani hukuman enam tahun di penjara Israel.

Tentara Israel mengatakan bahwa selama kerusuhan di Hebron, “Seorang tersangka melemparkan bom molotov ke tentara, yang menanggapi dengan tembakan langsung.” Hebron, kota terbesar di Tepi Barat, menjadi rumah bagi sekitar 1.000 warga Yahudi yang tinggal di bawah perlindungan militer Israel yang berat, di antara lebih dari 200.000 warga Palestina.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 70 orang terluka dalam bentrokan Jumat dengan tentara Israel di daerah Nablus, Tepi Barat utara. Pada Kamis, pasukan keamanan Israel menyerbu Jenin setelah tiga serangan fatal mengguncang negara Yahudi itu yang menyebabkan bentrokan sehingga dua warga Palestina tewas, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Di tempat lain di Tepi Barat pada hari yang sama, seorang pria Palestina yang menikam dan melukai seorang warga sipil Israel dengan obeng di bus ditembak mati di selatan kota Betlehem. Kekerasan itu menyusul serangan pada Selasa malam di Bnei Brak, kota Yahudi Ortodoks dekat Tel Aviv. Seorang Palestina dengan senapan serbu M-16 membunuh dua warga sipil Israel, dua warga negara Ukraina, dan seorang polisi Israel-Arab.

Baca juga: Ibu-Ibu Israel dan Palestina Berkumpul Hidupkan Perdamaian di Laut Mati

Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan anti-Israel sejak 22 Maret, termasuk beberapa yang dilakukan untuk pertama kali oleh penyerang yang terkait atau terinspirasi oleh kelompok ISIS. Tepi Barat, yang telah diduduki oleh pasukan Israel sejak perang Enam Hari 1967, merupakan rumah bagi hampir 500.000 pemukim Yahudi yang tinggal di komunitas yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. (AFP/OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Pasukan Israel Bunuh Tiga Militan Palestina saat Kekerasan Menguat

Leave a Reply

Your email address will not be published.