• November 29, 2022 2:09 pm

Praja IPDN Diminta Jadi Perekat Sosial bagi Masyarakat Indonesia 

KEBERAGAMAN tinggi yang dimiliki oleh Indonesia berpotensi memicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara mengelola konflik tersebut adalah dengan membangun identitas nasional yang merupakan tugas negara.  

Menurut Ketua Dewan Analisis Strategi (DAS) Badan Intelijen Negara Muhammad Munir, Praja institut Pemerintahan Dalam Negeri berada di posisi strategis karena lahir di Generasi Z yakni usia produktif. Dengan jumlah yang besar, ia berharap praja mampu memperkuat identitas nasional tersebut. Pada saat yang sama mengabdi kepada masyarakat sebagai pamong praja.  

Munir juga bicara soal ancaman dari luar dan dari dalam negeri. Dari luar ancaman datang karena ada dinamika global dan regional. Sementara dari dalam negeri timbul karena adanya perbedaan SARA.  

“Praja harus sejak dini mulai ditanamkan pikiran kewaspadaan terhadap adanya ancaman. Kewaspadaan terhadap konflik yang disebabkan dinamika nasional,” kata Munir dalam Stadium General bertajuk Optimalisasi Peran Badan Intelijen Negara Dalam Melakukan Deteksi Dini Terhadap Kerawanan Konflik Sosial dan Keamanan Nasional di kampus IPDN, Kamis (31/3).

Munir berpesan agar Praja IPDN harus mampu menjadi perekat sosial untuk meminimalisir terjadinya konflik dalam masyarakat.  

Rektor IPDN Hadi Prabowo mengatakan, praja sangat membutuhkan wawasan pemahaman dari BIN. Hal ini agar kelak mereka memahami apa yang dimaksud dengan radikalisasi, terorisme dan sebagainya. Dengan pemahaman ini akan membantu menumbuhkan karakter yang lebih baik pada saat melakukan pengabdian kepada masyarakat.  

Baca juga : Peduli terhadap Nasib Rakyat, Elektabilitas Puan Terus Naik 

“Negeri kita adalah negeri kepulauan dengan berbagai suku, karakter dan keragaman. Tentunya praja yang dari seluruh nusantara ini nanti akan bertugas sebagai garda terdepan pemerintahan. Maka kalian harus bersikap proaktif dan sensitif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dan negara,” kata Hadi. 

Ia mengatakan tradisi kuliah umum (stadium general) yang dilakukan IPDN dengan menghadirkan pejabat negara, praktisi, tokoh masyarakat, lembaga pemerintah non kementerian merupakan upaya best practise agar lebih memahami, mengetahui terhadap isu-isu yang aktual dan faktual. Selain itu juga guna membentuk suatu pemikiran yang lebih analisis di dalam menyikapi permasalahan dan dinamika yang berkembang.  

Selain soal peran BIN, Stadium General juga menghadirkan Bupati Kampar, Riau, Catur Sugeng Susanto, untuk menjadi narasumber dalam diskusi terkait “Penguatan Ketahanan Nasional, melalui Upaya Pemantapan Stabilitas Nasional dan Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi”.  

Pada kesempatan itu, IPDN sekaligus menganugerahkan tanda penghargaan Kartika Astha Brata Utama kepada Kepala BIN Budi Gunawan, atas kontribusinya kepada IPDN, pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, masyarakat, ilmu pemerintahan dan berprestasi di bidang pemerintahan.  

Selain Kepala BIN, IPDN juga menganugerahkan tanda penghargaan Kartika Pamong Praja Muda dan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. (RO/OL-7)


Sumber: Media Indonesia | Praja IPDN Diminta Jadi Perekat Sosial bagi Masyarakat Indonesia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *