• May 18, 2022 5:04 am

MUI Sulsel Dukung BNPT: Ciri Penceramah Radikal Itu Anti-Pancasila

Sekretaris BPET MUI mengatakan rencana pemetaan masjid terkait radikalisme masih sebatas rencana, belum ada rancangan format hingga program teknisnya
Makassar, CNN Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menanggapi ciri-ciri penceramah radikal yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). MUI Sulsel sepakat dengan kriteria penceramah radikal yang dikeluarkan BNPT, yaitu dakwah anti-Pancasila.

“Ciri-ciri penceramah radikal itu anti-Pancasila, saya kira itu sangat benar,” kata Sekretaris Umum MUI Sulsel, KH Muammar Bakry kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/3).

Menurutnya, Indonesia tidak perlu lagi mempermasalahkan apakah Pancasila sesuai ajaran Islam atau tidak, karena para ulama pendiri bangsa ikut merumuskannya. Dia menjelaskan banyak ulama kala itu yang sudah berijitihad menjadikan Pancasila sebagai Piagam Madinah.

“Kalau ada yang menolak Pancasila, itu sudah pasti radikal,” ujarnya.

Muammar mengatakan penceramah yang berdakwah dengan menggunakan media sosial sangat mudah menghasut dan menyebarkan isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terlebih untuk mempengaruhi masyarakat agar melakukan perlawanan terhadap pemerintah.

“Jadi apa-apa yang terkait hatespeech, fitnah menghasut atau apa-apa yang belum jelas kebenarannya kemudian disebar dalam bentuk dakwah. Jadi dakwah itu bukan hanya sebagai penyejuk tapi juga untuk mengobarkan kebencian. Dakwah seperti ini itu sudah masuk dalam radikal,” katanya.

Selain itu, kata Muammar, penceramah radikal ini juga tidak menghargai perbedaan suku, agama, ras dan bangsa. Sehingga menurutnya, mereka terus menyebarkan isu hoaks dan menebarkan kebencian. Dia berharap kriteria penceramah radikal ini menjadi perhatian bagi seluruh pihak.

“Jadi apa yang telah dikeluarkan BNPT itu, saya kira perlu menjadi perhatian bagi masyarakat ini jangan sampai mereka terperdaya dengan isu-isu yang bisa menyesatkan nilai-nilai moderasi beragama dan nilai-nilai kebangsaan yang kita junjung tinggi bersama,” ujarnya.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid menyebutkan lima indikator penceramah radikal.

Pertama, mengajarkan ajaran yang anti-Pancasila dan pro ideologi khilafah transnasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama.

Ketiga, menanamkan sikap anti-pemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan sikap membenci dan membangun ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, ujaran kebencian (hate speech), dan sebaran hoaks.

Keempat, memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (pluralitas). Kelima, biasanya memiliki pandangan anti-budaya ataupun anti-kearifaan lokal keagamaan.

(mir/pmg)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | MUI Sulsel Dukung BNPT: Ciri Penceramah Radikal Itu Anti-Pancasila

Leave a Reply

Your email address will not be published.