• May 24, 2022 3:59 pm

Indonesia sebagai Ketua G20 Diminta Ikut Redakan Krisis Rusia-Ukraina

ByRedaksi PAKAR

Aug 19, 2016

HUBUNGAN Rusia dan Ukraina kian memanas dan bisa berimbas ke seluruh dunia termasuk Indonesia yang saat ini sedang fokus dalam memulihkan kondisi akibat pandemi covid-19.

Ketua DPP PKB Bidang Luar Negeri Luluk Nur Hamidah menegaskan, Presiden Jokowi sebagai Ketua G20 harus menggunakan pengaruhnya untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah terjadinya krisis lanjutan Rusia serta terus mendorong upaya nonkekerasan guna menghentikan invasi militer di Ukraina.

Baca juga: Konflik Memanas, Wilayah Udara Ukraina dan Rusia Ditutup

“NATO juga harus menjaga jarak dan kepentingan serta menarik diri dari perbatasan agar tidak menjadi provokasi buruk bagi situasi Rusia-Ukraina,” kata Luluk dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Kamis (24/2/2022).

Untuk diketahui, pasukan Rusia telah menyerang Ukraina usai Presiden Vladimir Putin mengizinkan operasi militer khusus di timur negara itu. Media Rusia pada hari Kamis (24/2/2022) melaporkan Presiden Putin mengatakan dia telah menyetujui serangan tersebut.

Terkait hal itu, Luluk mengatakan segala bentuk kekerasan dan invasi militer bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian abadi, serta melanggar semua hukum internasional. 

PKB, kata dia, menyerukan kepada seluruh pimpinan dunia agar Rusia menghentikan invasi terhadap Ukraina dan mendorong PBB untuk melakukan langkah cepat serta terukur untuk menghentikan serangan Russia terhadap Ukraina dan mencegah tindakan serangan militer dari pihak manapun termasuk NATO.

“Tindakan militer Putin akan menciptakan kesengsaraan bagi kedua negara terutama rakyat Ukraina dan dapat dipastikan akan terjadi krisis kemanusiaan yang luar biasa melengkapi berbagai krisis kemanusiaan global yang sampai sekarang juga masih terus berlangsung,” terangnya.

Invasi militer hanya akan mendorong munculnya bahaya baru yang lebih besar dan berkelanjutan. Menurut Luluk, PKB tidak bisa membayangkan terjadinya gelombang jutaan pengungsi yang akan membanjiri Eropa dan kawasan sekitarnya jika krisis ini tidak diakhiri dengan damai.

Baca juga: Indonesia Mengecam Serangan Rusia ke Ukraina

Sebagai negara super power, Rusia memiliki peran sangat penting dalam menjaga perdamaian dan keseimbangan dunia. Seharusnya kekuatan dan kepemimpinan Rusia  tidak menciptakan gelombang protes dan permusuhan dari seluruh dunia.

“Jangan memberi peluang bagi para pihak yang merayakan kekacauan untuk tujuan terorisme. Peperangan harus dihindari secara tegas dan bersama kita wujudkan dunia yang lebih berkepastian, lebih damai, lebih manusiawi, dan adil untuk setiap orang.” (Sru/A-3)


Sumber: Media Indonesia | Indonesia sebagai Ketua G20 Diminta Ikut Redakan Krisis Rusia-Ukraina

Leave a Reply

Your email address will not be published.