• May 26, 2022 5:56 pm

SAMMARI Siap Menghadapi Perusak Keutuhan Bangsa


SOLIDARITAS Aksi Masyarakat Militan Antiradikalisme dan Intoleransi (SAMMARI) menegaskan akan jadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman disintegrasi demi menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dewan Pembina SAMMARI, Inspektur Jenderal (Purn) Anton Charliyan mengatakan, pihaknya siap menghadapi siapa pun yang mengganggu keutuhan bangsa.

Bukan tanpa alasan, menurut Anton dan SAMMARI, saat ini ada ancaman nyata terhadap keutuhan bangsa, yakni gerakan-gerakan dari kelompok yang berbasis pada paham radikalisme dan intoleransi.

“Mereka adalah kelompok-kelompok yang berpaham radikal dan intoleran,” ujar mantan Kapolda Jabar itu, Rabu (23/2).

Menurut Anton, bebagai kegaduhan di media sosial dan berita media massa

merupakan ulah kelompok-kelompok tersebut. “Ada yang ingin mengulingkan

Pak Jokowi sebagai pemerintah sah, ada yang ingin mendirikan khilafah,

dan macam-macam lagi,” kata pria kelahiran Tasikmalaya itu.

Kepada orang-orang atau kelompok-kelompok yang ia sebut biang kegaduhan

itu, Anton mengingatkan agar segera insyaf dan menghentikan upaya-upaya

menggiring masyarakat ke dalam pertikaian dan perpecahan. Jika tidak, semua kelompok nasionalis yang tergabung dalam SAMMARI akan bergerak.

“Perlu diingat, masih banyak rakyat yang benar-benar cinta NKRI,” ungkapnya.

SAMMARI, kata Anton, tak akan membiarkan Tanah Air dijadikan

tempat bernaung orang-orang radikal dan intoleran, apalagi sampai

dikuasi.

Apel nasional


Masih di lokasi yang sama, salah seorang tokoh SAMMARI, Budi Hermansyah

mengungkapkan, sejatinya hari ini dia dan rekan-rekannnya akan menggelar apel nasional yang melibatkan ribuanĀ  massa dari berbagai elemen bangsa.

“Aksi ini bertujuan untuk unjuk kekuatan dan melakukan gerakan moral

mengajak masyarakat agar sadar akan pentingnya melawan kelompok-kelompok radikal dan intoleran demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Tapi, pihaknya menghargai program PPKM yang sedang dijalankan pemerintah. Atas pertimbangan itu, Apel Nasional Bandung Lautan

Iket, Bandung Lautan Pangsi, Bandung Lautan Santri diundur sampai

pemerintah mencabut aturan PPKM.

Sejatinya, kata dia, apel nasional itu akan digelar hari ini di Monumen

Perjuangan Rakyat Jawa Barat. “Tadinya akan ada 10.000 orang yang hadir. Baik dari kalangan agama, kalangan budayawan, akademisi dan masyarakat umum,” kata Budi yang juga merupakan Ketua Panitia Apel Nasional itu. (N-2)


Sumber: Media Indonesia | SAMMARI Siap Menghadapi Perusak Keutuhan Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.