RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Istanbul (ANTARA) – Arab Saudi menyambut pernyataan presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengecam serangan kelompok Houthi terhadap kerajaan tersebut dan menyerukan kerja sama untuk mencegah kelompok itu memperoleh senjata.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (16/10), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut kecaman DK PBB terhadap serangan kelompok Houthi yang terus berlanjut dan semakin meningkat terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menargetkan bandara dan infrastruktur energi.
Kementerian tersebut juga menyoroti kecaman DK PBB terhadap ancaman yang terus berlangsung terhadap pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
“Kerajaan menegaskan pentingnya ketentuan dalam pernyataan tersebut, termasuk penekanan pada pentingnya pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan 2216 (2015) dan resolusi-resolusi selanjutnya, serta seruan untuk kerja sama praktis guna mencegah kelompok teroris Houthi memperoleh senjata dan bentuk dukungan lainnya,” demikian pernyataan tersebut.
Resolusi 2216 menuntut kelompok Houthi segera dan tanpa syarat menghentikan penggunaan kekerasan, menarik diri dari wilayah-wilayah yang telah mereka kuasai, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa.
Resolusi itu juga menuntut Houthi menyerahkan senjata yang diambil dari lembaga militer dan keamanan, menghentikan pelaksanaan kewenangan yang dimiliki pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, serta memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan dan medis bagi warga sipil.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa kerajaan kembali menegaskan hak yang melekat berdasarkan hukum internasional untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna mempertahankan keamanannya serta melindungi warga negara dan penduduknya.
Adapun pernyataan presiden DK PBB yang diadopsi pada awal pekan ini mengecam serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan menyerukan kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Yaman, untuk mencegah kelompok Houthi memperoleh senjata dan perlengkapan terkait.
Yaman mengalami eskalasi militer sejak Juli antara pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi, setelah periode relatif tenang yang terkait dengan gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.
Pada Kamis, koalisi tersebut menyatakan bahwa serangan Houthi yang menargetkan bandara-bandara di Arab Saudi telah menewaskan 19 orang dan melukai 364 orang.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Saudi kutuk serangan Houthi ke negaranya, tegaskan hak bela kedaulatan
Baca juga: Arab Saudi tegaskan dukungan politik dan militer untuk Yaman
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Arab Saudi dukung seruan DK PBB cegah Houthi dapat senjata” pada 2026-10-17 09:31:00
