RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
EKS Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia dalam pertemuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikan Dito saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dalam pembagian kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9).
Dito mengatakan dirinya ikut dalam rombongan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Menurutnya, kunjungan tersebut membahas sejumlah kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai yang ada kerja sama dengan diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, salah satunya ada olahraga, ada perdagangan , energi, dan kalau tidak salah terorisme juga dan badan halal juga. Jadi menteri yang ikut yang memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri,” kata Dito.
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) KPK kemudian menggali apakah terdapat pembicaraan khusus antara Jokowi dan pimpinan Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji bagi Indonesia.
Dito mengatakan pembicaraan mengenai haji terjadi saat agenda makan siang yang merupakan agenda terakhir dalam rangkaian pertemuan kedua pimpinan negara.
“Sebenarnya untuk spesifik tidak ada, itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir,” ujar Dito.
Dito menjelaskan, pembicaraan tersebut terjadi ketika Raja Arab Saudi menanyakan kembali poin-poin yang perlu menjadi fokus konkret dari pertemuan dengan Jokowi.
“Oh tidak ada, itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai, dari Raja Arab menanyakan kembali kira-kira poin-poin apa saja yang harus menjadi fokus konkret dari pertemuan kedua pimpinan negara tersebut,” tuturnya.
Jaksa kemudian menanyakan hasil pertemuan tersebut, khususnya terkait kemungkinan tambahan kuota haji untuk Indonesia.
“Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan. Tapi tidak hanya sebatas kuota tapi ada beberapa sektor lainnya seperti investasi dan juga perdagangan lainnya,” jawab Dito.
Namun, Dito mengaku tidak mengetahui jumlah kuota haji tambahan yang ditawarkan dalam pertemuan tersebut.
“Oh tidak ada, tidak ada jumlah, itu kan ada rapat teknis lanjutannya lagi,” tegasnya.
Dito juga menegaskan dirinya tidak mengikuti rapat teknis yang membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Saudara nggak ikut?” tanya jaksa.
“Tidak ikut, karena kan itu bukan ranahnya kami,” jawab Dito.
Dalam perkara ini, empat orang didakwa sebagai terdakwa, yakni Direktur Operasional PT Makassar Toraja Ismail Adham, Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta eks staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
Jaksa sebelumnya membeberkan dugaan kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai Rp622 miliar. (Muhammad Ghifari A/E-4)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Dito Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji untuk Indonesia” pada 2026-09-10 15:34:00
