RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun 2026. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi bisnis yang disertai perbaikan fundamental. “Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, dan pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas,” ujar Hery dalam konferensi pers laporan kinerja keuangan Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8).
Ekspansi Kredit dan Aset
Hingga akhir Juni 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.352 triliun, meningkat 11,7% yoy. Motor utama pertumbuhan aset ini adalah penyaluran kredit yang mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh agresif sebesar 16,2% yoy.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp1.581 triliun. Pertumbuhan kredit yang melampaui pertumbuhan DPK ini mengindikasikan penguatan fungsi intermediasi perseroan dalam mendukung perekonomian nasional.
| Indikator | Nilai / Rasio | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp31,2 Triliun | 17,5% |
| Total Aset | Rp2.352 Triliun | 11,7% |
| Penyaluran Kredit | Rp1.646 Triliun | 16,2% |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | Rp80,53 Triliun | 9,91% |
Efisiensi dan Kualitas Aset
BRI juga mencatatkan peningkatan efisiensi operasional. Pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 9,91% menjadi Rp80,53 triliun. Peningkatan komposisi dana murah berhasil menekan biaya dana (cost of fund) secara bank only dari 3% menjadi 2,4%.
Efisiensi tersebut juga tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) yang membaik menjadi 39,2% dari sebelumnya 41,9% pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun menjadi 2,9% dari posisi 3%, dibarengi dengan penurunan cost of credit dari 3,4% ke level 3,1%.
Profitabilitas Meningkat
Perbaikan fundamental ini berdampak langsung pada rasio profitabilitas. Return on Equity (ROE) BRI meningkat signifikan menjadi 18,8% dari sebelumnya 16,6%. Sementara itu, Return on Assets (ROA) terjaga stabil di level 2,7%.
Hery menegaskan bahwa ke depan BRI akan tetap fokus pada penguatan pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan. “Optimisme pertumbuhan tetap kami jalankan dengan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, dan tata kelola perusahaan yang baik,” tutupnya.
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Laba BRI Semester I-2026 Tembus Rp31,2 Triliun, Tumbuh 17,5 Persen” pada 2026-08-31 19:07:00
