• August 23, 2026 9:35 am
BNPT dan LPSK Perkuat Komitmen Pemulihan Penyintas Terorisme 2026

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Talkshow bertajuk Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit yang digelar di The Tribrata, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026).(MI/HO)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan kembali komitmen negara dalam mendukung pemulihan para penyintas terorisme. Semangat rekonsiliasi ini diwujudkan melalui Talkshow bertajuk Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit yang digelar di The Tribrata, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kolaborasi Implementasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Korban Ekstremisme Berbasis Kekerasan dan Tindak Pidana Terorisme. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme Tahun 2026.

Komitmen Negara dan Sinergi Lintas Sektor

Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh untuk merawat ruang kebersamaan melalui perlindungan dan pemenuhan hak-hak korban secara menyeluruh. Menurutnya, fokus utama saat ini mencakup bantuan medis hingga kompensasi finansial.

“Negara hadir merawat ruang kebersamaan, upaya pelindungan dan pemenuhan hak korban difokuskan pada pemberian bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan psikososial, santunan bagi keluarga serta kompensasi,” tegas Eddy Hartono.

Ia juga menambahkan pentingnya kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil agar proses pemulihan penyintas dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas, S.H., M.H., menyoroti bahwa pemulihan trauma adalah proses seumur hidup. Meskipun peristiwa teror terjadi sekali, dampak psikologisnya memerlukan pendampingan jangka panjang.

Fokus Pemenuhan Hak Korban Terorisme:








Kategori Hak Bentuk Implementasi
Medis Bantuan perawatan fisik dan kesehatan berkelanjutan.
Psikologis Rehabilitasi mental dan penanganan trauma (trigger management).
Psikososial Pendampingan integrasi kembali ke masyarakat.
Finansial Santunan bagi keluarga dan kompensasi dari negara.

Kisah Ketabahan: Mengolah Luka Menjadi Kekuatan

Talkshow ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari para penyintas yang berhasil bangkit dari tragedi. Tony Soemarno, penyintas Bom Hotel J.W. Marriot 2003, membagikan perjalanannya dalam menulis buku The Power of Forgiveness. Ia memilih jalan pemaafan daripada menyimpan dendam.

“Saya sampai pada satu titik di mana saya berpikir bahwa pelaku teror pun manusia yang bisa berbuat salah. Saya memilih untuk saling memaafkan karena hati yang damai adalah apa yang Tuhan kehendaki,” tutur Tony.

Berkat pendampingan BNPT, Tony kini aktif melakukan rekonsiliasi dengan mendatangi narapidana terorisme (napiter) di Lapas.

Pesan serupa disampaikan oleh Mariane Ka’awoan, penyintas bom Pasar Tentena Poso 2005. Ia menekankan bahwa memaafkan adalah kunci untuk memutus rantai kebencian. “Kebencian tidak pernah mewariskan kedamaian,” tegasnya.

Healing Through Memories

Menutup diskusi, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, selaku moderator, menggarisbawahi konsep healing through memories. Ia menjelaskan bahwa mengingat masa lalu bukan untuk memupuk kebencian, melainkan sebagai pengingat bagi generasi mendatang.

“Kita mengingat mereka yang telah mendahului kita, bukan hanya karena cara mereka meninggal, melainkan bagaimana kita membawa nilai-nilai mereka bersama kita untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Prof. Rhenald.

Melalui momentum ini, BNPT dan LPSK berkomitmen untuk terus mendampingi penyintas dan memastikan Indonesia tetap menjadi negara yang damai serta toleran tanpa mewariskan dendam masa lalu. (Z-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “BNPT dan LPSK Perkuat Komitmen Pemulihan Penyintas Terorisme 2026” pada 2026-08-23 08:36:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *