RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat menggelar festival musik “Vibrasi Voice Inside Bars Indonesia Prison Band Festival” sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas warga binaan dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang efektif bagi para warga binaan untuk terus berkarya secara positif,” kata Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Sumaryo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Sumaryo menjelaskan kegiatan tersebut diikuti perwakilan warga binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DKI Jakarta seperti warga binaan dari Lapas Kelas I Cipinang, Lapas Kelas IIA Salemba, Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Cipinang, dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat.
Sejumlah musisi nasional juga turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Deddy Dhukun, Egon, grup rap Neo, Iwa K, dan musisi reggae Dhyo Haw.
Ia mengatakan penampilan para musisi menjadi pembuka sebelum peserta dari masing-masing UPT menunjukkan kemampuan bermusik dalam kompetisi band.
Adapun dewan juri yang terdiri atas Deddy Dhukun, Egon, dan perwakilan grup Neo menilai penampilan peserta berdasarkan kemampuan dan musikalitas yang ditampilkan selama kompetisi.
“Rutan Cipinang berhasil meraih Juara I, disusul Rutan Kelas I Jakarta Pusat sebagai Juara II, dan Lapas Kelas IIA Salemba sebagai Juara III,” ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 7.555 warga binaan di Jakarta dapat remisi HUT RI
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta Wachid Wibowo mengapresiasi pelaksanaan VIBRASI 2026 yang dinilai tidak hanya menjadi kompetisi musik, tetapi juga bagian dari proses pembinaan warga binaan.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa warga binaan memiliki talenta, kreativitas, disiplin, dan potensi untuk terus dikembangkan selama menjalani masa pembinaan.
“VIBRASI 2026 tidak hanya sekadar kompetisi musik, tetapi juga menjadi media pembinaan dan ekspresi positif warga binaan,” kata Wachid.
Ia mengatakan kegiatan kreatif seperti festival musik dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat secara positif sekaligus membangun kepercayaan diri dan kedisiplinan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas warga binaan sekaligus bagian dari upaya membangun citra positif pemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat kemerdekaan para warga binaan akan terus menggema, meski dari balik jeruji besi,” katanya.
Baca juga: HUT RI, warga binaan terorisme di Lapas Cipinang jadi paskibra
Baca juga: Film “Sintas” edukasi publik tentang pembinaan lapas
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Festival musik jadi wadah kreativitas warga binaan di Jakarta Pusat” pada 2026-08-22 19:56:00
