RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Moskow (ANTARA) – Politisi Finlandia dari Partai Freedom Alliance, Armando Mema, mendesak Uni Eropa menghentikan bantuan militer kepada Ukraina serta meminta Kiev mematuhi aturan perang dan tidak menyerang warga sipil.
Pernyataan itu disampaikan Mema, Senin (3/8) setelah Gubernur Wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, melaporkan jatuhnya puing-puing drone di Desa Arkhipo-Osipovka, Gelendzhik, Rusia Selatan.
Insiden tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk tiga anak di antara korban yang meninggal dunia.
“Saya menyerukan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen agar tidak tinggal diam menghadapi serangan biadab terhadap warga sipil di Rusia ini,” tulis Mema di media sosial X.
“Ia harus segera menghentikan bantuan militer kepada Ukraina dan memastikan Ukraina mematuhi aturan perang dengan tidak menargetkan warga sipil,” tambahnya.
Mema juga menuduh Uni Eropa perlahan berubah menjadi organisasi yang mendukung terorisme karena terus mendanai serangan terhadap warga sipil.
Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi memicu respons keras dari Rusia.
Ia menambahkan Uni Eropa tidak dapat terus mengeklaim diri sebagai penjaga peradaban dan hukum internasional jika tetap mendukung pendanaan konflik tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Uni Eropa minta Ukraina lakukan 25 program reformasi
Baca juga: Uni Eropa perpanjang setahun masa perlindungan bagi warga Ukraina
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Politisi Finlandia desak Uni Eropa setop bantuan militer ke Ukraina” pada 2026-08-04 11:12:00
