RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan deteksi dini terorisme di tengah ancaman terorisme yang persisten dan adaptif.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Eddy Hartono menekankan komitmen dalam memperkuat sistem keamanan dan deteksi dini nasional dengan penguatan kolaborasi bilateral.
“Ke depannya kami terus melakukan upaya penelusuran, mitigasi, atau deteksi dini supaya penanggulangan terorisme semakin baik dan tentu ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Australia,” ujar Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Salah satu penguatan kolaborasi telah dilakukan melalui penyelenggaraan Konsultasi Bilateral Penanggulangan Terorisme Ke-11 antara kedua negara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (17/9).
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis yang sangat penting bagi kedua negara untuk bertukar pandangan mengenai dinamika ancaman terorisme, mengkaji ulang perkembangan kerja sama yang telah berjalan serta mengidentifikasi langkah-langkah konkret mendatang di tengah ancaman terorisme yang persisten dan adaptif.
Eddy menggarisbawahi kemitraan kedua negara telah menghasilkan kerja sama konkret yang menyasar implementasi program Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
“Konsultasi bilateral ini juga tindak lanjut dari MoU antara Australia dan Indonesia dengan melalui mekanisme Australia-Indonesia Partnership for Justice dan juga sudah ada wujudnya yakni upaya kolaborasi dalam kerangka RAN PE ini untuk 5 tahun ke depan,” tuturnya.
Senada, Duta Besar Australia untuk Penanggulangan Terorisme Gemma Huggins menegaskan komitmen kuat Australia dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan bersama Indonesia.
“Konsultasi bilateral berlangsung dalam konteks ancaman yang terus berkembang dan semakin kompleks. Meskipun lanskap terorisme telah berubah secara signifikan selama dua dekade terakhir, ancaman tetap ada, dan begitu pula kebutuhan kita untuk bekerja sama demi keamanan kedua bangsa kita,” ucap Gemma.
Gemma juga menjelaskan berbagai tantangan nyata yang saat ini dihadapi oleh kedua negara, termasuk radikalisasi daring, penyebaran narasi ekstremis di kalangan anak muda, eksploitasi teknologi baru oleh teroris, pelaku ekstremis kekerasan serta pemulangan dan reintegrasi pejuang teroris asing dan keluarga mereka.
Tantangan tersebut dinilai memperkuat kemitraan dengan Indonesia.
Dia mengatakan eratnya hubungan kedua negara dibangun melalui pengalaman bersama, kolaborasi operasional, dan dipertahankan oleh komitmen bersama untuk melindungi negara dari terorisme dan ekstremisme kekerasan.
Sepanjang setahun terakhir kerja sama bilateral tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nyata. Melalui mekanisme Australia-Indonesia Partnership for Justice Fase Ke-3 (AIPJ3), Australia mendukung implementasi RAN PE Fase Kedua 2026-2029 hingga ke daerah.
Selain itu, kemitraan dengan Departemen Dalam Negeri Australia dan Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) memperkuat pelatihan analis, serta mitigasi radikalisasi daring pada platform gim daring bersama Kantor Penanggulangan Terorisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOCT) sejak 2025.
Melalui penyelenggaraan Konsultasi Bilateral Ke-11 tersebut, Indonesia dan Australia kembali menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat stabilitas keamanan kawasan, mematangkan program kerja nyata, serta menghadapi dinamika ancaman terorisme yang kian kompleks di masa depan.
Baca juga: BNPT: Kerja sama negara mitra atasi ancaman digital tak kenal batas
Baca juga: BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan ekstremisme digital
Baca juga: BNPT ajukan tambahan anggaran Rp638,36 miliar cegah ancaman terorisme
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “RI dan Australia perkuat kolaborasi tingkatkan deteksi dini terorisme” pada 2026-09-19 05:51:00
