• June 19, 2026 12:24 pm

Filipina dorong ASEAN-Rusia hadapi siber, ancaman maritim

Filipina dorong ASEAN-Rusia hadapi siber, ancaman maritim

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Istanbul (ANTARA) – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada Kamis (18/6) menyerukan kerja sama lebih dalam antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Rusia untuk memerangi kejahatan siber, terorisme, dan ancaman keamanan maritim, karena tantangan transnasional membutuhkan respons terkoordinasi di luar batas negara.

Berpidato di KTT Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, Ferdinand Marcos Jr. mengatakan ancaman keamanan yang muncul harus menjadi prioritas utama bagi kemitraan tersebut saat kedua pihak memperingati 35 tahun hubungan dialog.

“Ancaman transnasional seperti terorisme, perdagangan ilegal, kejahatan siber, dan penipuan daring tidak mengenal batas negara, dan begitu pula respons kita,” kata Marcos didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin dan beberapa pemimpin dari 11 negara anggota perhimpunan tersebut.

Dia mendesak ASEAN dan Rusia untuk memperkuat kerja sama praktis dalam keamanan maritim dan kontra-terorisme, meningkatkan ketahanan siber, dan membangun apa yang dia sebut sebagai “kebiasaan institusional untuk mengantisipasi daripada sekadar bereaksi”.

Marcos, yang negaranya memegang jabatan ketua bergilir ASEAN tahun ini, menguraikan tiga prioritas untuk kerja sama di masa depan yakni keamanan, keterlibatan ekonomi, dan pertukaran antar masyarakat.

Di bidang ekonomi, dia mengatakan hubungan perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Rusia telah berkembang, tetapi masih di bawah potensinya. Dia menyerukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan, meningkatkan arus investasi, serta mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menjelang KTT, Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov mengatakan saat forum bisnis ASEAN-Rusia, Rabu (17/6), bahwa perdagangan antara Rusia dan ASEAN meningkat 58 persen selama dekade terakhir menjadi 21 miliar dolar AS (sekitar Rp374,1 triliun).

Marcos juga menyoroti ketahanan pangan dan energi sebagai bidang kerja sama yang penting, menggambarkannya sebagai fondasi stabilitas regional.

Dia menekankan pertukaran pendidikan, pariwisata, beasiswa, dan kerja sama budaya, dengan mengatakan bahwa hubungan yang lebih kuat antar masyarakat akan memberikan dasar yang paling langgeng bagi kemitraan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Putin mengajak penguatan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Asia Tenggara pada KTT tersebut, dan menggambarkan hubungan Rusia-ASEAN sebagai “faktor penstabil penting” di kawasan Asia-Pasifik di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Sumber: Anadolu-OANA

Baca juga: Putin: Rusia siap lanjutkan kemitraan strategis dengan ASEAN

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Filipina dorong ASEAN-Rusia hadapi siber, ancaman maritim” pada 2026-06-19 10:30:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *