RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Jamaluddin (49) mantan narapidana kasus terorisme yang baru bebas bersyarat tahun 2025 berhasil mengembangkan usaha makanan yang dipelajarinya selama mengikuti pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Warga Jakarta Timur berhasil mengembangkan usaha Chicken Jepun hingga memiliki 13 orang pekerja, dengan tujuh agen, 50 outlet ayam, serta menyuplai bahan makanan ke delapan dapur SPPG.
“Alhamdulillah, usaha ini sudah berjalan satu tahun sejak saya bebas bersyarat awal tahun 2025,” kata Jamaluddin di Jakarta, Minggu.
Hari ini Jamaluddin mendapatkan kesempatan untuk membuka stand di kegiatan Pelayanan Paspor Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
Jamaluddin mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan dan memasarkan produk olahan makanan yang diproduksinya yakni Chicken Jepun, yang menyerupai nuget dengan ukuran besar seperti katsu.
Setiap hari Jamaluddin memproduksi 100 kg chicken jepun dengan omset minimal Rp10 juta per hari.
Baca juga: Kapolri kunjungi stan usaha eks narapidana di Rakernis Densus 88
Jamaluddin menargetkan jangka pendek produksi 100 Kg per hari dan sudah tercapai. Target jangka panjang 500 kg per harinya, sedang dirintis.
Jamaluddin divonis 4 tahun penjara pada tahun 2022 atas aksi menerobos Istana Negara. Namun, selama berada di lapas dia berkelakuan baik, sehingga menjalani masa pidana selama dua tahun, dua bulan.
Selama di dalam Lapas Sentul, Jamaluddin mengikuti program deradikalisasi, dan pembinaan kewirausahaan, salah satunya pembuatan nuget.
Awal 2025 dia mendapatkan bebas bersyarat. Dan kini statusnya sebagai klien dari Badan Pemasyarakatan Jakarta Timur/Utara.
“Awal usaha ini dibangun berawal setelah bebas saya bingung mau apa, setelah tiga bulan kehabisan uang,” ujarnya.
Baca juga: BNPT dorong eks narapidana terorisme jadi petani kopi terampil
Pada situasi itu, ia mengingat dirinya pernah dilatih di Lapas Sentul tentang cara membuat nuget.
Kemudian dia pun melakukan eksperimen membuat Chicken Jepun hingga bisa berkembang seperti saat ini.
“Saya justru bersyukur di lapas saya mendapatkan pelatihan tentang kewirausahaan, hingga ilmu berguna untuk saya kembali ke masyarakat,” kata Jamaluddin.
Hingga kini dia masih didampingi oleh BNPT untuk pengurusan BOPM usaha chicken Jepun.
Juri bicara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) M. Akbar Hadi Prabowo mengatakan Jamaluddin merupkan klien dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Jakarta Timur/Utara.
“Pak Jamaluddin ini statusnya klien kemasyarakatan Beliau masih masa bimbingan, napi yang sudah mendapatkan bebas bersyarat dibimbing oleh PK. Dan saat ini usahanya luar biasa,” kata Akbar.
Baca juga: Pemerintah siapkan 2.460 tempat bersih-bersih untuk pidana sosial
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Eks napi teroris kembangkan usaha makanan hasil binaan lapas” pada 2026-05-24 23:16:00
