RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menekankan pentingnya kerja sama antara UE dan Indonesia dalam menegakkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) sebagai hukum kemaritiman dunia yang membawa maslahat bagi semua.
Ia mengatakan, penegakan UNCLOS oleh aktor-aktor penting di tingkat internasional saat ini semakin penting di tengah ketegangan geopolitik dunia yang “menguji validitas UNCLOS hingga batasnya”.
“Aktor-aktor penting seperti Uni Eropa dan Indonesia harus terus mengingatkan kepada dunia soal ‘win-win solution’ ini, karena jika tidak, alternatif yang ada hanyalah ‘lose-lose solution’,” kata Dubes Chaibi dalam sambutannya pada simposium terkait penegakan UNCLOS di masa kini di Kedutaan Besar Belanda Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, UNCLOS yang dipatuhi oleh banyak negara merupakan sebuah dokumen hukum yang ideal karena berhasil menyeimbangkan isu zona ekonomi eksklusif, hak antara negara pesisir dengan negara pengguna hak lintas, serta menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa kelautan.
Sementara, Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus salah satu penggagas utama kelahiran UNCLOS, memiliki legitimasi yang sangat besar untuk mendorong penegakan hukum laut itu.
Menurut Dubes Chaibi, berbagai protokol kerja sama maritim di tingkat UE seperti operasi Irini, Atalanta, dan Aspides, dijalankan dengan pendirian maritim yang sama, yaitu agar terus mematuhi prinsip-prinsip UNCLOS.
Uni Eropa pun menunjukkan komitmennya terhadap hak pelayaran bebas untuk semua negara dengan memastikan Selat Denmark dan Selat Gibraltar tetap dibuka untuk kapal-kapal Rusia yang akan berlayar ke Samudera Atlantik Utara.
“Kawasan laut tersebut tetap terbuka meski kami bersitegang dengan sebuah negara yang membawa ancaman eksistensial bagi Eropa,” kata dia.
Dengan Uni Eropa mengelola Selat Denmark dan Selat Gibraltar serta Indonesia yang mengelola Selat Malaka — titik perlintasan laut yang sangat penting bagi dunia — Uni Eropa dan Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam memberi sinyal kepada dunia terkait contoh baik pengelolaan kawasan laut.
“Kita pun harus menyelaraskan pesan bersama untuk memastikan negara-negara adidaya tidak salah paham soal pengelolaan laut,” ucap Dubes Chaibi.
Baca juga: Dubes Uni Eropa puji pemerintahan Prabowo dalam penyelesaian CEPA
Baca juga: ASEAN-EU sepakat majukan transisi energi, pertumbuhan berkelanjutan
Baca juga: BNPT dan Uni Eropa perkuat kerja sama cegah terorisme di ruang digital
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Dubes UE: Kerja sama dengan RI penting guna tegakkan hukum laut dunia” pada 2026-05-18 23:41:00
