• May 8, 2026 5:47 pm

BNPT: Anak dan keluarga kunci pencegahan ancaman radikalisme digital

BNPT: Anak dan keluarga kunci pencegahan ancaman radikalisme digital

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan anak dan keluarga menjadi kunci pencegahan di tengah ancaman radikalisme digital.

Dalam forum Kajian Senin Kamis (KSK) secara daring, Senin (4/5), Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal TNI Sigit Karyadi menyoroti derasnya arus informasi di internet, terutama yang dikonsumsi generasi muda, membuka peluang masuknya paham ekstremisme.

“Di dunia nyata mungkin terlihat aman, tetapi di ruang digital, pengaruhnya besar sekali, terutama bagi anak-anak. Bahkan, tercatat ada puluhan anak yang sudah terpapar konten kekerasan,” ucap Sigit seperti dikutip dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, dia menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan dan pendampingan anak dalam menggunakan internet bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Adapun, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, seperti kebijakan perlindungan anak di ruang digital serta Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN-PE) 2026–2029.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah daerah juga didorong untuk segera menyusun langkah konkret di tingkat lokal.

Dari hasil survei, Sigit mengungkap sebenarnya mayoritas orang tua sudah mulai melakukan pengawasan. Dari 59 persen responden yang memiliki anak usia 5-17 tahun, sebanyak 82 persen mengaku sudah mendampingi penggunaan internet anak.

Kendati demikian, lanjut dia, masih ada hampir satu dari lima orang tua yang belum melakukan pengawasan sama sekali.

Untuk itu, BNPT mendorong berbagai langkah sederhana namun berdampak, seperti memperbanyak konten positif di media sosial, memperkuat pendidikan karakter dan nasionalisme di sekolah serta meningkatkan literasi digital di keluarga.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas juga dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.

Oleh karenanya, BNPT menyelenggarakan forum KSK bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bangka Belitung.

Dalam forum itu, dikemukakan pula meski Indeks Potensi Radikalisme di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurun menjadi 13,7, ancaman radikalisme di ruang digital justru menjadi perhatian serius.

Sementara, Peneliti FKPT Bangka Belitung Dinar Pratama menegaskan peran orang tua dan pendidik sangat krusial.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah. Anak perlu didampingi agar tidak mudah terpengaruh,” tutur Dinar.

Adapun, forum KSK diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah hingga akademisi.

Harapannya, hasil survei mengenai pengawasan terhadap anak tidak hanya menjadi data, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.

Baca juga: BNPT ajak organisasi masyarakat sipil rumuskan penguatan RAN PE Fase 2

Baca juga: BNPT dan Uni Eropa perkuat kerja sama cegah terorisme di ruang digital

Baca juga: BNPT dan ICRC kuatkan kolaborasi sebagai wujud sinergi internasional

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “BNPT: Anak dan keluarga kunci pencegahan ancaman radikalisme digital” pada 2026-05-08 16:32:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *