RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Perusahaan Jerman Industriekraftwerk Greifswald GmbH memutuskan untuk membongkar sebuah pembangkit listrik di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern yang sebelumnya beroperasi dengan gas Rusia dan memindahkannya ke Ukraina, demikian dilaporkan surat kabar Nordkurier, Rabu (29/4), mengutip Wali Kota kota pesisir Lubmin, Axel Vogt.
Perusahaan operator pembangkit tersebut, Securing Energy for Europe (SEFE), dilaporkan telah memastikan rencana tersebut.
Setelah pasokan gas dari Rusia melalui pipa Nord Stream dihentikan pada 2022, kelanjutan operasional fasilitas itu menjadi tidak layak secara ekonomi, kata juru bicara perusahaan Christoph Gottstein seperti dikutip.
Pembangkit tersebut ditutup pada 2023, dan proses pembongkarannya sebelumnya dijadwalkan selesai pada akhir 2026.
Keputusan untuk memindahkan fasilitas itu ke Kiev diambil setelah tidak ditemukan pembeli dalam waktu yang cukup lama, sementara biaya pembongkaran dan pembuangan akan tinggi, lapor Nordkurier, mengutip Gottstein.
Sahra Wagenknecht, salah satu pendiri partai Jerman Sahra Wagenknecht Alliance – Reason and Justice (BSW), pada Rabu mengkritik keputusan tersebut.
“Pertama Ukraina merusak pasokan energi kita, dan sekarang kita juga menyerahkan pembangkit listrik? Kebijakan yang tidak berpihak pada negara sendiri,” tulisnya di platform X.
Pipa gas Nord Stream dan Nord Stream 2 mengalami ledakan pada September 2022. Jerman, Denmark, dan Swedia tidak menutup kemungkinan adanya aksi sabotase.
Kantor Kejaksaan Agung Rusia telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut dengan dugaan terorisme internasional.
Rusia berulang kali meminta data terkait penyelidikan yang dilakukan negara lain atas ledakan itu, namun tidak pernah menerima tanggapan, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Rusia minta DK PBB bahas lagi ledakan Nord Stream
Baca juga: WSJ: CIA sudah minta agar operasi sabotase Nord Stream dihentikan
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “PLTU Jerman dibongkar, akan dipindahkan ke Ukraina” pada 2026-04-30 09:42:00
