RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (kode saham: BBKP) membukukan laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 sebesar Rp66,59 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp6,33 triliun pada 2024.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyampaikan bahwa pencapaian laba bersih pada 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan,” kata Kunardy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kunardy menambahkan bahwa ke depan, pihaknya menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan fundamental bisnis secara keseluruhan.
Oleh karena itu, ujar dia, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara prudent, termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group.
“Selain itu, kami juga terus menjajaki berbagai inisiatif untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata dia.
Sepanjang 2025, kinerja KB Bank menunjukkan perbaikan, salah satunya ditunjukkan dari penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31 persen dari 22,76 persen pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, KB Bank mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp1,19 triliun, meningkat 3,40 persen dari Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, net interest margin (NIM) juga membaik menjadi 1,43 persen yang mencerminkan perbaikan kualitas aset produktif serta pengelolaan biaya dana yang semakin efisien.
Dari sisi likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 91,07 persen dari 103,26 persen. Perseroan mencatat, rasio LDR yang membaik ini mencerminkan struktur pendanaan yang terus mengarah kepada standar praktik perbankan yang lebih sehat dan seimbang.
Perkembangan positif ini turut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya pada giro dan tabungan, yang memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah.
Perseroan mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 220,01 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 101,82 persen, berada di atas ketentuan regulator.
Dari sisi permodalan, KB Bank menjaga tingkat permodalan yang solid dengan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 16,25 persen. Permodalan yang kuat ini, catat perseroan, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Adapun dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,39 triliun sepanjang 2025, tumbuh dibandingkan Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya.
Perseroan menyampaikan, pihaknya juga aktif menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor strategis nasional sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mulai dari sektor properti dan kawasan industri hingga kesehatan.
Baca juga: KB Bank beri pembiayaan Rp500 M ke PNM, dukung akses modal usaha mikro
Baca juga: KBRI Seoul apresiasi forum bisnis RI-Korsel genjot kerja sama ekonomi
Baca juga: RUPSLB KB Bank setujui pengangkatan komisaris dan direktur baru
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Berbalik dari posisi rugi, KB Bank kantongi laba Rp66,59 M pada 2025” pada 2026-04-02 21:02:00
