RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya buka suara terkait insiden penembakan mematikan oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) terhadap seorang perempuan di Minneapolis. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengaku telah melihat rekaman kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai “hal yang mengerikan untuk ditonton.”
Namun, Trump secara tegas membela tindakan petugas dan melontarkan tuduhan berat terhadap korban. Ia mengklaim perempuan tersebut melakukan perlawanan hebat sebelum akhirnya petugas terpaksa melepaskan tembakan.
“Sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan, yang kemudian secara keras, sengaja, dan kejam melindas Petugas ICE yang tampaknya menembaknya sebagai bentuk pembelaan diri,” tulis Trump di akun media sosialnya.
Pertentangan Bukti Video
Meskipun Trump mengklaim petugas dilindas, temuan awal dari analisis media meragukan hal tersebut. Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi BBC tidak menunjukkan adanya petugas yang dilindas dalam insiden itu. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan secara objektif apakah ada petugas yang benar-benar tertabrak atau terluka akibat kendaraan tersebut.
Trump berargumen meningkatnya insiden kekerasan seperti ini disebabkan tekanan politik dari kelompok oposisi. “Situasi ini sedang dipelajari secara keseluruhan, tetapi alasan insiden ini terjadi adalah karena Kelompok Kiri Radikal mengancam, menyerang, dan menargetkan Petugas Penegak Hukum dan Agen ICE kami setiap hari,” tambah Trump.
Ia juga menyerukan kepada warga Amerika untuk mendukung penegak hukum dari apa yang ia sebut sebagai “Gerakan Kekerasan dan Kebencian Kiri Radikal.”
Gubernur Walz: Jangan Percaya Mesin Propaganda
Di sisi lain, Gubernur Minnesota Tim Walz merespons keras narasi yang dibangun pemerintahan Trump. Walz mengecam penggunaan istilah “terorisme domestik” yang sebelumnya disematkan otoritas federal kepada korban. Gubernur Walz menegaskan negara bagian akan mengambil alih pengawasan untuk memastikan transparansi kasus ini.
“Saya telah melihat videonya. Jangan percaya mesin propaganda ini. Negara bagian akan memastikan adanya penyelidikan yang penuh, adil, dan cepat untuk menjamin akuntabilitas dan keadilan,” tegas Walz melalui media sosialnya.
Ketegangan antara pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian Minnesota ini memperpanjang ketidakpastian mengenai fakta sebenarnya di balik penembakan tersebut, di saat publik menuntut kejelasan melalui bukti video yang lebih komprehensif. (CNN/AFP/Z-2)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Trump Sebut Penembakan di Minneapolis Bela Diri, Gubernur Walz Itu Mesin Propaganda” pada 2026-01-08 04:57:00
