• May 31, 2024 3:14 am

World Water Forum ke-10 Angkat Suara Generasi Muda

World Water Forum ke-10 Angkat Suara Generasi Muda

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Logo World Water Forum ke-10 2024 terpampang di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2024).(ANTARA/Aprillio Akbar )

PENYELENGGARAAN World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024 mendatang akan melibatkan generasi muda untuk meyuarakan penanganan krisis air dan iklim.

Kepala BMKG sekaligus Penanggung Jawab Bidang Program dan Sesi Panitia Nasional WWF Ke-10 Dwikorita Karnawati menyebut partisipasi aktif pemuda Indonesia menjadi sorotan dalam ajang tersebut. Hal itu menandakan peran penting generasi muda dalam upaya mitigasi dan penanganan masalah lingkungan serta kesehatan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Goal utamanya adalah untuk memperkuat leadership dan peran Indonesia, terutama peran pemuda, karena yang akan mengalami nantinya adalah para pemuda, baik di bidang mitigasi maupun penanganan permasalahan air dan iklim serta dampaknya terhadap lingkungan, kebencanaan, pangan, energi, dan kesehatan,” ungkap Dwikorita dalam keterangannya, Minggu (21/4).

Baca juga : Indonesia Siap Pimpin Transformasi Tata Kelola Air di World Water Forum 2024

Dalam rangka mengangkat peran pemuda, agenda Bali Youth Plan yang bertajuk Voice of the Youth diusulkan untuk menjadi bagian yang signifikan dalam acara pembukaan atau penutupan. Harapannya, mereka akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut serta dalam menyuarakan tantangan global terkait air dan iklim.

“Diharapkan Voice of the Youth ini dapat memformulasikan pemikiran para pemuda di tingkat global serta memberikan rekomendasi untuk masa depan,” jelas kepala BKMG.

Dwikorita menjelaskan, tujuan utama WWF ke-10 yaitu memperkuat peran Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, air, serta dampaknya terhadap sektor-sektor vital.

Baca juga : Antisipasi Teror, BNPT akan Amankan World Water Forum ke-10 di Bali

WWF juga telah menetapkan serangkaian target untuk mencapai hasil nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan sumber daya air secara global. Pertama, komitmen untuk mendirikan Pusat Unggulan atau Center of Excellence for Climate and Water Resilience.

Kemudian, pembentukan working group dalam pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil, serta meresmikan Hari Danau Dunia atau World Lake Day.

Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan Compendium of Concrete Deliverables yang dapat memberikan solusi konkret dalam mengatasi tantangan air di tingkat global.

Baca juga : Indonesia Angkat 3 Concrete Deliverables dalam World Water Forum Ke-10

WWF diharapkan dapat memberikan hasil yang nyata sebagai komitmen dalam mengatasi permasalahan air dan iklim.

Para menteri juga diundang untuk menjadi pembicara dalam high level panel. Di sana, pesan-pesan penting yang sesuai dengan tujuan WWF disampaikan dan menjadi bukti nyata keterlibatan aktif pemerintah Indonesia dalam menangani isu-isu global yang terkait dengan sumber daya air.

Dwikorita menyampaikan, WWF bukan sekadar pertemuan internasional biasa. Mulai dari pemimpin politik, perwakilan pemerintah, lembaga multilateral, politisi, akademisi, hingga pelaku usaha, semuanya bersatu untuk menyuarakan ide, solusi, dan komitmen dalam menjaga ketersediaan air bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan.

Acara ini telah menjadi agenda rutin setiap tiga tahun sekali sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1997, menjadi tonggak penting dalam agenda global untuk mengatasi krisis air. (H-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “World Water Forum ke-10 Angkat Suara Generasi Muda” pada 2024-04-21 20:00:43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *