• July 16, 2024 4:00 am
Hari Film Nasional, Simak Sejarah dan Deretan Film Legendaris

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Setiap 30 Maret diperingati sebagai hari film nasional(MI/Ramdani)

HARI Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret di Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan keberagaman budaya melalui karya film, juga mengenang sejarah panjang perkembangan industri film tanah air.

Lantas bagaimana sih sejarah film nasional itu? yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Sejarah Film Nasional

Penetapan Hari Film Nasional jatuh pada 30 Maret, yang diputuskan Dewan Film Nasional sebagai organisasi perfilman pada 11 Oktober 1962. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) tanggal 29 Maret 1999 Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional, Presiden B.J. Habibie menetapkan tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional. Penetapan ini terjadi setelah 37 tahun sejak film perdana lokal ditayangkan.

Baca juga : Kemendikbud-Ristek Siap Semarakan Peringatan Hari Film Nasional 2024

Tujuan penetapan Hari Film Nasional adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi insan perfilman Indonesia untuk meningkatkan prestasi, sehingga bisa mengangkat derajat film Indonesia.

Meskipun demikian, penetapan ini tidak luput dari perlawanan, terutama dari golongan kiri yang agresif dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai lawan. Perlawanan pertama kali muncul pada tahun 1964, di mana golongan kiri membentuk Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat (PAPFIAS). PAPFIAS melakukan serangan terhadap film-film karya Usmar Ismail yang dianggap tidak nasionalis dan kontra-revolusioner.

Partai Komunis Indonesia (PKI) dan golongan kiri menolak mengakui tanggal 30 Maret 1950 sebagai Hari Film Nasional. Mereka malah menuntut 30 April 1964 sebagai Hari Film Nasional karena tanggal berdirinya PAPFIAS. Wacana penggantian tanggal Hari Film Nasional akhirnya lenyap seiring dengan terjadinya peristiwa Gestapu di tahun 1966.

Baca juga : Netflix Tambah Delapan Koleksi Film Indonesia, ini Judulnya

Deretan Film Legendaris

1. Darah dan Doa (1950)

Film yang satu ini digarap Usmar Ismail bersama Sitor Situmorang dan menceritakan perjalanan prajurit divisi Siliwangi dari Yogyakarta menuju Jawa Barat. Prajurit tersebut melakukan perjalanan seusai pasukan kerajaan Belanda menyerang Yogyakarta.

Proses pengambilan pertama produksi film ini juga menjadi cikal bakal hari film nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 30 maret.

2. Enam Djam di Djogja (1951)

Dalam proses pembuatan film ini, Usmar Ismail mengambil inspirasi dari peristiwa sejarah nyata yang berkaitan dengan revolusi Indonesia. Dia memilih untuk mengangkat kisah tentang upaya yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta untuk menegaskan kedaulatan rakyat Indonesia di mata dunia.

Baca juga : Pemerintah AS Memperingatkan Rusia tentang Kemungkinan Serangan Teroris di Moskow

3. Tamu Agung (1955)

Dalam film Tamu Agung karya Usmar Ismail, upaya dilakukan untuk menggambarkan dan mengomentari isu-isu sosial yang sedang berlangsung. Meskipun bercorak komedi, film tersebut mengisahkan kekacauan yang terjadi di sebuah desa terpencil di Jawa Timur ketika mereka bersiap menyambut seorang tokoh desa yang penting. Film ini dianggap sebagai sindiran halus terhadap pemerintahan pada saat itu.

4.Tiga Dara (1956)

“Tiga Dara” merupakan sebuah film yang diproduksi pada tahun 1956, menjadi tonggak awal kesuksesan komersial bagi Usmar Ismail. Film ini menampilkan elemen musikal dan mengisahkan kisah tiga saudara perempuan, yaitu Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Neni (Indriati Iskak).

Setelah kepergian ibu mereka, ketiga saudara tinggal bersama ayah (Hassan Sanusi) dan nenek mereka (Fifi Young). Nenek mereka berusaha mencarikan pasangan hidup bagi cucu perempuannya, tetapi mereka menolak sampai akhirnya saling jatuh cinta secara bersamaan. Dari situlah, kisah lucu dan menarik pun dimulai.

Film ini dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming film seperti Netflix yang tersedia melalui layanan Indihome TV. Bahkan, pada 2016, film ini diadaptasi kembali oleh Nia Dinata dengan melibatkan Shanty Paredes, Tara Basro, dan Tatyana Akman sebagai pemeran utamanya.

Selamat Hari Film Nasional! (Z-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Hari Film Nasional, Simak Sejarah dan Deretan Film Legendaris” pada 2024-03-30 06:55:04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *