• July 24, 2024 4:33 am

Indonesia dalam Persaingan Tiongkok-India: Memimpin Global South

ByRedaksi PAKAR

Jan 6, 2024
Indonesia dalam Persaingan Tiongkok-India: Memimpin Global South

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

INDONESIA, berada di tengah-tengah Asia Tenggara, memiliki peran kunci dalam geopolitik yang tak menentu. Lokasi strategisnya membuatnya penting dalam persaingan antara Tiongkok dan India, dua kekuatan besar Asia yang berpengaruh di seluruh dunia, dan sedang berupaya membentuk serta memimpin negara-negara selatan (Global South). Jakarta harus bijak dan proaktif dalam kebijakan luar negerinya untuk menghadapi tantangan dan peluang yang kompleks dari kedua negara ini.

Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, Indonesia menganut kebijakan luar negeri ‘bebas-aktif’, menekankan non-alignment dan pragmatisme. Kebijakan ini menjadi lebih penting karena Indonesia terjepit dalam persaingan antara Tiongkok, India, dan Amerika Serikat di kawasan ini.

Tiongkok menunjukkan kekuatannya melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) dan diplomasi ekonomi, terutama di Asia Tenggara, dengan investasi besar dalam infrastruktur dan kemitraan ekonomi. Sementara itu, India, di bawah Narendra Modi, memperkuat hubungannya dengan negara-negara selatan, menampilkan dirinya sebagai mitra dengan sejarah kolonialisme dan tantangan serupa. Pendekatan India lebih halus menggabungkan kekuatan lunak dan diplomasi budaya.



Hati-hati dengan masalah kedaulatan dan utang

Indonesia, dengan lokasi strategisnya, memegang peran kunci dalam persaingan antara Tiongkok dan India. Keberadaannya di Asia Tenggara memberikan kesempatan untuk memanfaatkan kedua kekuatan ini. Ekonomi Indonesia diuntungkan oleh investasi Tiongkok dalam infrastruktur dan manufaktur, tetapi harus hati-hati dengan masalah kedaulatan dan utang. Jakarta berusaha menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan otonomi strategis.

Dalam konteks persaingan Tiongkok-India, Indonesia berada di posisi unik untuk memanfaatkan kedua hubungan ini demi keuntungan strategis. Jakarta harus bijak dalam menavigasi dinamika ini, memprioritaskan keseimbangan antara mendapatkan manfaat ekonomi dan menjaga kedaulatan nasional. Kerja sama dengan Tiongkok, terutama dalam proyek infrastruktur dan investasi, harus dikaji dengan cermat untuk menghindari jebakan utang dan pengaruh politik yang berlebihan.

Sementara itu, hubungan dengan India harus lebih difokuskan pada kerja sama budaya dan pengembangan teknologi, yakni kedua negara dapat saling melengkapi. Kunci dari strategi ini adalah diversifikasi hubungan internasional, tidak hanya bergantung pada dua kekuatan besar ini, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain di kawasan dan global.

Dari segi keamanan, Indonesia harus menghadapi tantangan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Meski bukan pihak yang terlibat langsung dalam sengketa, zona ekonomi eksklusif Indonesia dekat dengan klaim Tiongkok. Menjaga hubungan baik dengan Beijing sambil menjaga keamanan adalah tugas sulit bagi Jakarta.

Indonesia juga harus memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam ASEAN, menggunakan platform ini untuk meningkatkan integrasi regional dan memastikan bahwa Asia Tenggara tetap menjadi zona damai dan stabil. Dalam menghadapi tantangan seperti klaim teritorial di Laut Tiongkok Selatan, Indonesia dapat memainkan peran mediasi yang penting, mendorong penyelesaian konflik yang damai dan berbasis hukum internasional. Di samping itu, Jakarta perlu meningkatkan kerja sama di bidang keamanan maritim, perlindungan sumber daya alam, dan penanggulangan perubahan iklim, yang semuanya krusial untuk stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Mendekatnya Amerika Serikat ke India, yang dilihat sebagai penyeimbang Tiongkok di Indo-Pasifik, membuat situasi lebih rumit. Jika Indonesia terlalu dekat dengan AS dan India, bisa menegangkan hubungan dengan Tiongkok, mitra dagang utamanya. Namun, jika terlalu condong ke Tiongkok, bisa menimbulkan kekhawatiran di Washington dan New Delhi, yang bisa berpengaruh pada kepentingan strategis Indonesia yang lebih luas.

Di tengah perubahan global, Indonesia memperkuat kolaborasi ekonominya dan menekankan diplomasi yang seimbang. Negara ini menunjukkan keahliannya dalam menjalin kemitraan yang menghormati kedaulatan dan mendukung tujuan pembangunannya. Dalam berinteraksi dengan pemain global, Indonesia menitikberatkan pada saling menghormati dan kesesuaian strategis. Penting bagi Indonesia untuk selaras dengan tujuan pembangunan dan inisiatif mitra regionalnya, agar dapat memainkan peran penting dalam ekonomi regional.

Dalam menghadapi tantangan ini, Indonesia perlu strategi yang beragam dan konkret. Diversifikasi ekonomi dan memperkuat hubungan dengan Asia, Uni Eropa, dan Afrika bisa mengurangi ketergantungan pada Tiongkok. Dalam keamanan maritim, peningkatan kemampuan angkatan laut dan kemitraan strategis vital untuk menjaga kedaulatan dan keamanan rute perdagangan.





Menjaga keseimbangan

Mengingat kompleksitas geopolitik saat ini, Indonesia harus mempertajam strategi diplomasi dan kebijakan luar negerinya untuk menjaga keseimbangan yang cermat antara kepentingan nasional dan tuntutan global. Dalam konteks persaingan Tiongkok-India, Jakarta harus memanfaatkan keunikan posisinya sebagai negara besar di Asia Tenggara dengan memperkuat kerja sama ekonomi dan budaya, sambil tetap waspada terhadap implikasi keamanan dan kedaulatan.

Penting bagi Indonesia untuk menegosiasikan investasi dan kerja sama yang berkelanjutan dengan kedua kekuatan tersebut, mengintegrasikan ini ke dalam agendanya untuk pembangunan berkelanjutan dan inovasi teknologi. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung global, tetapi juga memastikan bahwa negara ini dapat memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan yang lebih seimbang dan inklusif bagi Global South.

Sebagai anggota utama ASEAN, Indonesia bisa menggunakan platform ini untuk menguatkan sikap bersama dan meningkatkan daya tawar regional. Di tengah lingkungan geopolitik yang dinamis, Indonesia harus mengevaluasi dan memperkuat strategi diplomatiknya untuk menjadi lebih tegas dan strategis.

Indonesia berperan dalam geopolitik global, bukan hanya menyeimbangkan kekuatan besar, melainkan juga mendefinisikan kembali perannya. Dalam menghadapi perubahan global, Indonesia harus mempertimbangkan kembali posisinya dengan menggabungkan diplomasi tajam dan pandangan strategis. Negara ini harus proaktif, bukan hanya merespons tekanan eksternal.

Tantangan bagi Indonesia adalah, mengembangkan visi yang sesuai dengan kebutuhan domestik dan internasional. Visi ini harus realistis terhadap tatanan global dan potensi peran Indonesia, menggabungkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai uniknya dengan realitas internasional saat ini. Dengan cara ini, Indonesia bisa menjadi kekuatan regional dan pemain global yang unik.

Tantangan Indonesia tidak hanya soal ekonomi dan keamanan, tapi juga tentang beradaptasi dengan budaya dan politik yang kompleks, di mana sejarah, ambisi regional, dan tujuan global bertemu. Sebagai negara penting di Global South, yang mencakup banyak negara berkembang, Indonesia punya peran dalam membentuk dialog tentang pembangunan, kedaulatan, dan stabilitas regional.

Dalam berhubungan dengan Tiongkok dan India, Indonesia harus pragmatis. Harus ada peningkatan kerja sama ekonomi dengan Tiongkok, menegosiasikan investasi yang lebih adil dan berkelanjutan. Ini termasuk memastikan proyek Tiongkok sejalan dengan tujuan pembangunan Indonesia tanpa mengorbankan kepentingan nasionalnya. Dengan India, fokusnya adalah memperkuat hubungan budaya dan ekonomi, termasuk di sektor teknologi dan jasa, serta kerja sama di bidang digital, keamanan maritim, dan energi terbarukan.

Strategi diplomasi Indonesia juga harus menyadari perubahan global yang lebih besar, seperti pendekatan AS ke Asia dan hubungan yang semakin dekat dengan India. Indonesia perlu bekerja sama dengan AS untuk memperkuat otonomi strategisnya, dengan fokus pada keamanan maritim, kontra-terorisme, dan perdagangan.

Di panggung global, Indonesia harus mengambil inisiatif lebih lanjut dalam isu-isu seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi digital. Sebagai negara besar di Global South, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi suara yang berpengaruh dalam membentuk kebijakan global yang berfokus pada kepentingan negara-negara berkembang. Ini termasuk berpartisipasi aktif dalam forum internasional dan membangun aliansi strategis dengan negara-negara lain yang memiliki visi serupa. Dengan strategi yang fokus pada diplomasi proaktif dan pembangunan ekonomi berkelanjutan, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan pengaruhnya di tingkat regional, tetapi juga memosisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam tatanan global yang berubah.



Memiliki visi jangka panjang

Oleh sebab itu, peranan Indonesia di ASEAN sangat penting. Sebagai anggota utama, Indonesia bisa memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang signifikan dalam diplomasi regional. Ini akan meningkatkan posisi Indonesia dan menjaga kepentingan Asia Tenggara dalam politik kekuatan besar.

Indonesia juga harus berjuang untuk kepentingan Global South, dengan aktif di forum dan inisiatif multilateral yang membahas isu-isu seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Ini akan memposisikan Indonesia sebagai penghubung antara negara maju dan berkembang.

Intinya, Indonesia harus lincah, cermat, dan memiliki visi jangka panjang. Menyelaraskan kebijakan non-blok historisnya dengan tuntutan dunia yang cepat berubah menjadi sebuah keharusan. Dengan fokus pada tindakan konkret dan diplomasi yang proaktif, Indonesia bisa menjaga kepentingan nasionalnya dan berperan besar dalam membentuk masa depan Global South. Meski penuh tantangan, posisi ini membuat Indonesia menjadi pemain kunci dalam geopolitik global, berpengaruh di Indo-Pasifik dan sekitarnya.

Ke depan, keputusan Indonesia di dunia geopolitik yang rumit dan tak menentu akan sangat berpengaruh, baik di dalam negeri maupun di panggung global. Caranya menyeimbangkan hubungan dengan negara-negara besar, memimpin di ASEAN, dan berperan aktif di Global South akan menentukan arahnya.

Indonesia bersiap untuk menata ulang posisinya di dunia dengan mengembangkan ekonominya, menerapkan diplomasi strategis, dan berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah yang diambil Indonesia akan menjadi petunjuk utama perubahan dalam dinamika Indo-Pasifik, memberikan gambaran tentang perubahan dalam geopolitik global dan peran negara-negara penting.

INDONESIA, berada di tengah-tengah Asia Tenggara, memiliki peran kunci dalam geopolitik yang tak menentu. Lokasi strategisnya membuatnya penting dalam persaingan antara Tiongkok dan India, dua kekuatan besar Asia yang berpengaruh di seluruh dunia, dan sedang berupaya membentuk serta memimpin negara-negara selatan (Global South). Jakarta harus bijak dan proaktif dalam kebijakan luar negerinya untuk menghadapi tantangan dan peluang yang kompleks dari kedua negara ini.

Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, Indonesia menganut kebijakan luar negeri ‘bebas-aktif’, menekankan non-alignment dan pragmatisme. Kebijakan ini menjadi lebih penting karena Indonesia terjepit dalam persaingan antara Tiongkok, India, dan Amerika Serikat di kawasan ini.

Tiongkok menunjukkan kekuatannya melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) dan diplomasi ekonomi, terutama di Asia Tenggara, dengan investasi besar dalam infrastruktur dan kemitraan ekonomi. Sementara itu, India, di bawah Narendra Modi, memperkuat hubungannya dengan negara-negara selatan, menampilkan dirinya sebagai mitra dengan sejarah kolonialisme dan tantangan serupa. Pendekatan India lebih halus menggabungkan kekuatan lunak dan diplomasi budaya.

 

Hati-hati dengan masalah kedaulatan dan utang

Indonesia, dengan lokasi strategisnya, memegang peran kunci dalam persaingan antara Tiongkok dan India. Keberadaannya di Asia Tenggara memberikan kesempatan untuk memanfaatkan kedua kekuatan ini. Ekonomi Indonesia diuntungkan oleh investasi Tiongkok dalam infrastruktur dan manufaktur, tetapi harus hati-hati dengan masalah kedaulatan dan utang. Jakarta berusaha menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan otonomi strategis.

Dalam konteks persaingan Tiongkok-India, Indonesia berada di posisi unik untuk memanfaatkan kedua hubungan ini demi keuntungan strategis. Jakarta harus bijak dalam menavigasi dinamika ini, memprioritaskan keseimbangan antara mendapatkan manfaat ekonomi dan menjaga kedaulatan nasional. Kerja sama dengan Tiongkok, terutama dalam proyek infrastruktur dan investasi, harus dikaji dengan cermat untuk menghindari jebakan utang dan pengaruh politik yang berlebihan.

Sementara itu, hubungan dengan India harus lebih difokuskan pada kerja sama budaya dan pengembangan teknologi, yakni kedua negara dapat saling melengkapi. Kunci dari strategi ini adalah diversifikasi hubungan internasional, tidak hanya bergantung pada dua kekuatan besar ini, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain di kawasan dan global.

Dari segi keamanan, Indonesia harus menghadapi tantangan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Meski bukan pihak yang terlibat langsung dalam sengketa, zona ekonomi eksklusif Indonesia dekat dengan klaim Tiongkok. Menjaga hubungan baik dengan Beijing sambil menjaga keamanan adalah tugas sulit bagi Jakarta.

Indonesia juga harus memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam ASEAN, menggunakan platform ini untuk meningkatkan integrasi regional dan memastikan bahwa Asia Tenggara tetap menjadi zona damai dan stabil. Dalam menghadapi tantangan seperti klaim teritorial di Laut Tiongkok Selatan, Indonesia dapat memainkan peran mediasi yang penting, mendorong penyelesaian konflik yang damai dan berbasis hukum internasional. Di samping itu, Jakarta perlu meningkatkan kerja sama di bidang keamanan maritim, perlindungan sumber daya alam, dan penanggulangan perubahan iklim, yang semuanya krusial untuk stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Mendekatnya Amerika Serikat ke India, yang dilihat sebagai penyeimbang Tiongkok di Indo-Pasifik, membuat situasi lebih rumit. Jika Indonesia terlalu dekat dengan AS dan India, bisa menegangkan hubungan dengan Tiongkok, mitra dagang utamanya. Namun, jika terlalu condong ke Tiongkok, bisa menimbulkan kekhawatiran di Washington dan New Delhi, yang bisa berpengaruh pada kepentingan strategis Indonesia yang lebih luas.

Di tengah perubahan global, Indonesia memperkuat kolaborasi ekonominya dan menekankan diplomasi yang seimbang. Negara ini menunjukkan keahliannya dalam menjalin kemitraan yang menghormati kedaulatan dan mendukung tujuan pembangunannya. Dalam berinteraksi dengan pemain global, Indonesia menitikberatkan pada saling menghormati dan kesesuaian strategis. Penting bagi Indonesia untuk selaras dengan tujuan pembangunan dan inisiatif mitra regionalnya, agar dapat memainkan peran penting dalam ekonomi regional.

Dalam menghadapi tantangan ini, Indonesia perlu strategi yang beragam dan konkret. Diversifikasi ekonomi dan memperkuat hubungan dengan Asia, Uni Eropa, dan Afrika bisa mengurangi ketergantungan pada Tiongkok. Dalam keamanan maritim, peningkatan kemampuan angkatan laut dan kemitraan strategis vital untuk menjaga kedaulatan dan keamanan rute perdagangan.

 

Menjaga keseimbangan

Mengingat kompleksitas geopolitik saat ini, Indonesia harus mempertajam strategi diplomasi dan kebijakan luar negerinya untuk menjaga keseimbangan yang cermat antara kepentingan nasional dan tuntutan global. Dalam konteks persaingan Tiongkok-India, Jakarta harus memanfaatkan keunikan posisinya sebagai negara besar di Asia Tenggara dengan memperkuat kerja sama ekonomi dan budaya, sambil tetap waspada terhadap implikasi keamanan dan kedaulatan.

Penting bagi Indonesia untuk menegosiasikan investasi dan kerja sama yang berkelanjutan dengan kedua kekuatan tersebut, mengintegrasikan ini ke dalam agendanya untuk pembangunan berkelanjutan dan inovasi teknologi. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung global, tetapi juga memastikan bahwa negara ini dapat memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan yang lebih seimbang dan inklusif bagi Global South.

Sebagai anggota utama ASEAN, Indonesia bisa menggunakan platform ini untuk menguatkan sikap bersama dan meningkatkan daya tawar regional. Di tengah lingkungan geopolitik yang dinamis, Indonesia harus mengevaluasi dan memperkuat strategi diplomatiknya untuk menjadi lebih tegas dan strategis.

Indonesia berperan dalam geopolitik global, bukan hanya menyeimbangkan kekuatan besar, melainkan juga mendefinisikan kembali perannya. Dalam menghadapi perubahan global, Indonesia harus mempertimbangkan kembali posisinya dengan menggabungkan diplomasi tajam dan pandangan strategis. Negara ini harus proaktif, bukan hanya merespons tekanan eksternal.

Tantangan bagi Indonesia adalah, mengembangkan visi yang sesuai dengan kebutuhan domestik dan internasional. Visi ini harus realistis terhadap tatanan global dan potensi peran Indonesia, menggabungkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai uniknya dengan realitas internasional saat ini. Dengan cara ini, Indonesia bisa menjadi kekuatan regional dan pemain global yang unik.

Tantangan Indonesia tidak hanya soal ekonomi dan keamanan, tapi juga tentang beradaptasi dengan budaya dan politik yang kompleks, di mana sejarah, ambisi regional, dan tujuan global bertemu. Sebagai negara penting di Global South, yang mencakup banyak negara berkembang, Indonesia punya peran dalam membentuk dialog tentang pembangunan, kedaulatan, dan stabilitas regional.

Dalam berhubungan dengan Tiongkok dan India, Indonesia harus pragmatis. Harus ada peningkatan kerja sama ekonomi dengan Tiongkok, menegosiasikan investasi yang lebih adil dan berkelanjutan. Ini termasuk memastikan proyek Tiongkok sejalan dengan tujuan pembangunan Indonesia tanpa mengorbankan kepentingan nasionalnya. Dengan India, fokusnya adalah memperkuat hubungan budaya dan ekonomi, termasuk di sektor teknologi dan jasa, serta kerja sama di bidang digital, keamanan maritim, dan energi terbarukan.

Strategi diplomasi Indonesia juga harus menyadari perubahan global yang lebih besar, seperti pendekatan AS ke Asia dan hubungan yang semakin dekat dengan India. Indonesia perlu bekerja sama dengan AS untuk memperkuat otonomi strategisnya, dengan fokus pada keamanan maritim, kontra-terorisme, dan perdagangan.

Di panggung global, Indonesia harus mengambil inisiatif lebih lanjut dalam isu-isu seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi digital. Sebagai negara besar di Global South, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi suara yang berpengaruh dalam membentuk kebijakan global yang berfokus pada kepentingan negara-negara berkembang. Ini termasuk berpartisipasi aktif dalam forum internasional dan membangun aliansi strategis dengan negara-negara lain yang memiliki visi serupa. Dengan strategi yang fokus pada diplomasi proaktif dan pembangunan ekonomi berkelanjutan, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan pengaruhnya di tingkat regional, tetapi juga memosisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam tatanan global yang berubah.

 

Memiliki visi jangka panjang

Oleh sebab itu, peranan Indonesia di ASEAN sangat penting. Sebagai anggota utama, Indonesia bisa memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang signifikan dalam diplomasi regional. Ini akan meningkatkan posisi Indonesia dan menjaga kepentingan Asia Tenggara dalam politik kekuatan besar.

Indonesia juga harus berjuang untuk kepentingan Global South, dengan aktif di forum dan inisiatif multilateral yang membahas isu-isu seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Ini akan memposisikan Indonesia sebagai penghubung antara negara maju dan berkembang.

Intinya, Indonesia harus lincah, cermat, dan memiliki visi jangka panjang. Menyelaraskan kebijakan non-blok historisnya dengan tuntutan dunia yang cepat berubah menjadi sebuah keharusan. Dengan fokus pada tindakan konkret dan diplomasi yang proaktif, Indonesia bisa menjaga kepentingan nasionalnya dan berperan besar dalam membentuk masa depan Global South. Meski penuh tantangan, posisi ini membuat Indonesia menjadi pemain kunci dalam geopolitik global, berpengaruh di Indo-Pasifik dan sekitarnya.

Ke depan, keputusan Indonesia di dunia geopolitik yang rumit dan tak menentu akan sangat berpengaruh, baik di dalam negeri maupun di panggung global. Caranya menyeimbangkan hubungan dengan negara-negara besar, memimpin di ASEAN, dan berperan aktif di Global South akan menentukan arahnya.

Indonesia bersiap untuk menata ulang posisinya di dunia dengan mengembangkan ekonominya, menerapkan diplomasi strategis, dan berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah yang diambil Indonesia akan menjadi petunjuk utama perubahan dalam dinamika Indo-Pasifik, memberikan gambaran tentang perubahan dalam geopolitik global dan peran negara-negara penting.

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Indonesia dalam Persaingan Tiongkok-India: Memimpin Global South” pada 2024-01-06 05:00:06

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *