• April 20, 2024 7:32 am

Fakta-fakta Kasus Penyerangan Penjaga Rumah Dinas Kapolri

Penangkapan 2 terduga teroris ini dilakukan menjelang kunjungan kerja Presiden Jokowi yang dijadwalkan pada 2 sampai 3 Februari 2022.

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Seorang pria ditangkap polisi usai menyerang petugas yang sedang berjaga di rumah dinas Kapolri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Sejauh ini polisi telah meminta keterangan dari pelaku. Ada beberapa poin yang sudah diketahui. Namun mengenai motif, polisi belum bisa memastikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi juga menyebut pelaku berinisial JPP bahkan sempat berjalan ke arah rumah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tak jauh dari sana.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut fakta-fakta penyerangan di dekat rumah dinas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penyerangan

Terjadi pada Kamis (14/12). Seorang pria berinisial JPP melakukan penyerangan terhadap anggota yang sedang jaga di rumah dinas Kapolri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polisi lantas menangkapnya. Polda Metro Jaya yang menangani kasus tersebut.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan Densus Antiteror 88 Polri untuk mendalami apakah pelaku berkaitan dengan kelompok teroris atau tidak.

Tak terkait kelompok teror

Setelah berkoordinasi dengan Densus 88, Polda Metro Jaya menyatakan pelaku tidak punya hubungan dengan kelompok teroris.

“Sementara ini hasil koordinasi dengan Densus 88 Anti Teror tidak masuk pada kelompok teror,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (14/12).

Jalan ke arah rumah Prabowo

Polisi menyebut pelaku berinisial JPP yang menyerang penjaga rumah dinas Kapolri sempat berjalan ke arah rumah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Iya sempat ke arah rumah Pak Prabowo kemudian di usir,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (15/12).

Rumah Prabowo yang dimaksud berada di Jalan Kertanegara Nomor 4.

Lokasinya berada di belakang Rumah Dinas Kapolri. Hengki menyebut pelaku kemudian diusir oleh penjaga karena dinilai mencurigakan dan bergerak ke arah rumah dinas Kapolri.

Kendati demikian, masih belum diketahui secara pasti motif dari pelaku yang mendatangi rumah Prabowo serta Kapolri.

Pernah jadi pasien RSJ

Polisi menyatakan JPP pernah dirawat di diRumah Sakit JiwaNaimata, Kupang, NTT.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan temuan itu didapati penyidik usai memeriksa sejumlah anggota keluarga dari pelaku.

“Menurut keterangan keluarga korban bahwa yang bersangkutan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang. Jadi ada indikasi gangguan psikologis,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/12).

Pernah jadi PNS

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut pelaku pernah menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Pelaku juga merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas ternama di Yogyakarta.

“Kemudian resign (dari PNS). Menurut keterangan beberapa teman satu angkatan dan keluarganya, (pelaku) sempat mengalami depresi sehingga dibawa ke RSJ,” jelasnya.

(tfq/bmw)

[Gambas:Video CNN]

Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Fakta-fakta Kasus Penyerangan Penjaga Rumah Dinas Kapolri” pada 2023-12-16 10:01:47

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *