• June 26, 2024 4:37 am

Densus 88: Seribu WNI Gabung ISIS Akibat Pengaruh Medsos

Densus 88 Polri menyebut sudah ada seribu WNI yang pergi ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS. Umumnya terpengaruh media sosial.

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta, CNN Indonesia

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan jumlah masyarakat Indonesia yang pergi ke luar negeri menjadi simpatisan ISIS mencapai 1.000 orang.

Kepala Densus 88 AT Polri Irjen Marthinus Hukom menyebut ribuan warga itu terpengaruh dari media sosial.

“Ketika media sosial mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, hanya dalam kurun waktu kurang lebih 3 sampai 5 tahun, lebih dari 1.000 orang warga kita yang pergi ke ISIS,” ucap Marthinus dalam dialog Strategi Pencegahan Terorisme dan Radikalisme, Kamis (24/8).

Marthinus menyebut media sosial berperan besar dalam penyebaran paham-paham radikal dan terorisme di masyarakat.

Perkembangan jaringan teror baik di Indonesia maupun luar negeri meningkat secara signifikan akibat kemajuan teknologi dalam beberapa waktu terakhir.

Marthinus mencontohkan, selama periode tahun 1980-2000, penyebaran paham radikal serta terorisme di masyarakat masih terbatas. Kala itu, peran media sosial belum terasa.

“Contohnya fenomena Al Jamaah Al Islamiyah dan Al Qaeda di Afganistan. Selama 20 tahun hampir 30 tahun hanya menyerap simpatisan dari Indonesia tidak lebih dari 300 orang,” kata dia.

Pengaruh radikalisme dan terorisme saat itu masih tergolong rendah karena penyebarannya masih dilakukan secara konvensional melalui pengajian, buku, hingga pamflet semata.

Kondisi itu, kata dia, berbanding terbalik dengan periode pasca Tahun 2010 ketika era digital dan media sosial sudah berkembang aktif.

(tfq/bmw)


[Gambas:Video CNN]

Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Densus 88: Seribu WNI Gabung ISIS Akibat Pengaruh Medsos” pada 2023-08-24 17:26:45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *